Tips Cerdas Beli Rumah Pertama Kali

|1 komentar
               Membeli rumah itu gampang-gampang susah. Apalagi Anda yang baru pertama kali akan membeli rumah. Belum lagi cara pembayaran yang akan Anda pilih pun sangat mempengaruhi proses yang akan Anda lewati.

Anda keluarga baru atau Anda yang sedang berencana untuk membeli rumah pertama?
Ini Propertiku
Jangan remehkan sejumlah hal di bawah ini agar tidak menyesal di kemudian hari. 
Juga, proses transaksi Anda bisa berjalan dengan lancar. 

Berikut tips cerdas buat Anda yang ingin membeli rumah pertama kali :
Memilih Lokasi
Lokasi merupakan faktor paling penting ketika kita membeli rumah. Maka wajar jika di dunia properti orang mengenal istilah, lokasi, lokasi dan lokasi. Tidak hanya pembeli rumah pertama, semua orang akan melihat lokasi sebagai hal yang utama dalam membeli rumah. Lokasi berkaitan dengan akses transportasi, ketersediaan fasilitas umum, aman tidaknya dari bahaya banjir dan sebagainya.

Harga
Anda perlu merencanakan terlebih dahulu, berapa harga rumah yang mau Anda beli? Sehingga Anda lebih fokus di perumahan yang menawarkan harga sesuai yang Anda inginkan. Dengan demikian Anda bisa menghemat waktu untuk kegiatan Anda lainnya.

Track Record Developer
Sebelum memutuskan untuk membeli rumah yang baru, ada baiknya lihat dulu siapa pengembangnya. Bagaimana track record developer selama ini. Apakah sering terlambat untuk serah terima rumahnya? Bagaimana kualitas bangunan di project-project perumahan sebelumnya. Untuk mengetahuinya Anda bisa mencari testimoni tentang perumahan atau developer itu di internet.

Kelengkapan Fasilitas
Anda bisa memilih rumah sesuai keinginan Anda dengan beragam fasilitas yang ditawarkan oleh developer. Fasilitas setidaknya bisa kita lihat baik fasilitas intern dan ekstern. Intern biasanya meliputi fasilitas ibadah, tempat olahraga, taman bermain. Dan yang tidak kalah pentingnya juga yaitu fasilitas ekstern seperti kedekatan perumahan itu dengan rumah sakit, sekolah, pasar dan tempat rekreasi keluarga, turut menjadi faktor penentu pilihan bagi pembeli.

Kemudahan Cara Pembayaran
Ada beberapa cara pembayaran rumah yang biasanya ditawarkan oleh pengembang yaitu tunai keras, tunai bertahap dan KPR. Bagi Anda yang memiliki kemampuan keuangan yang cukup, cara bayar tunai keras tentu menjadi pilihan. Developer akan memberikan diskon yang besar pagi pembeli dengan cara ini. Tapi bagi yang kemampuan keuangannya masih minim, cara bayar KPR dan tunai bertahap yang panjang tentu menjadi pilihan paling tepat.

Pastikan Kapan Serah Terima Unit
Bertanyalah ke developer, kapan Anda bisa menempati unit rumah yang Anda beli. Jika terjadi keterlambatan, konsekuensi apa yang akan diterima oleh developer.

Biaya Tambahan
Setelah memutuskan membeli rumah, alokasikan biaya tambahan diluar harga beli rumah. Biaya tambahan ini biasanya meliputi Ppn, biaya KPR, biaya peningkatan BPHTB dan sebagainya. Kisarannya beragam, dan untuk berjaga-jaga biasanya besaran biaya tambahan ini berkisar 15 persen sampai dengan 20 persen. (Sumber)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Tips Cerdas Beli Rumah Bermodal Minim.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Tips Beli Rumah Bermodal Minim

|9 komentar
Bisnis.com – Properti merupakan salah satu instrumen investasi yang dianggap sebagai safe haven, namun seringkali seseorang terganjal masalah dana ketika ingin memulainya.

Fitriavi Noeriman, perencana keuangan dari QM Financial, mengatakan sebenarnya ada
Ini Propertiku
strategi untuk menyiasati minimnya modal ketika ingin berinvestasi di sektor properti.

Yang pertama adalah memilih rumah atau apartemen yang masuk kategori low end, sehingga masih terjangkau anggarannya.

Setelah itu, pilih lokasi yang tepat. Caranya adalah dengan memperhatikan lingkungan sekeliling rumah atau apartemen itu, apakah ada universitas, perkantoran, dan sebagainya. Cari tahu juga rata-rata tingkat okupansi di daerah tersebut, bukan dari tim sales pengembang, tapi secara mandiri.

Dia bahkan menyarankan untuk memilih daerah di luar Jakarta seperti Ciputat, Bandung, dan Bintaro, yang masih relatif terjangkau.

Pengembang, kontraktor, dan tim manajemen yang terlibat dalam proyek properti tersebut juga harus menjadi salah satu pertimbangan.Sebab, jika asal memilih, bisa saja muncul masalah di kemudian hari seperti proyek terlambat selesai atau spesifikasi tidak sesuai.

“Kemudian pilih cara pembayarannya dengan menyicil, dan kalau bisa ambil tenor yang cukup lama, sehingga tidak memberatkan cash flow keuangan bulanan kita. Maksimal utang itu 30% dari pendapatan bulanan,”

Dia menambahkan, meskipun saat ini Bank Indonesia telah memberikan aturan bahwa uang muka yang harus disetor minimal 30% dari nilai properti, banyak pengembang memberi keringanan dimana DP itu bisa dicicil hingga 6 kali.

Jika sudah menentukan cara pembayaran, calon investor bisa memutuskan apakah dia akan menyewakan propertinya itu ala tuan tanah atau sekedar profit gain.

Sebagai gambaran, jika kita membeli apartemen sebelum bangunannya jadi secara total, dan kemudian menjualnya ketika sudah beroperasi, margin-nya bisa 200%.

Sementara itu, dia menambahkan, terkadang ada orang yang berinvestasi properti dengan membangunnya  sendiri. Dengan kata lain, tidak membeli bangunan yang sudah jadi. Mengenai hal ini, Fitriavi berpendapat, agak kurang efisien.

“Sebab kalau kita membangun rumah sendiri, seringnya ingin menambahkan ini itu, sehingga ada kecenderungan over budget. Jangan lakukan ini jika dana terbatas, dan jika ada budget, tambahkan 30% dari perencanaan semula untuk antisipasi,” jelas Fitriavi. (Sumber)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Tips Cerdas Beli Rumah Tanpa Menyicil Ke Bank.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Tips Cerdas Beli Rumah Tanpa Menyicil Ke Bank

|0 komentar
Di masa seperti saat ini semakin sulit bila seorang karyawan dengan penghasilan pas-pasan ingin mempunyai rumah.  Selain memang susah mengalokasikan anggaran nya, harga rumah dari waktu ke waktu juga selalu meningkat. 
Ini Propertiku

Solusi pada umumnya adalah melakukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), baik dengan bunga mengambang (floating rate), maupun bunga bersifat tetap (fixed rate).

Namun, menurut Hari Putra, motivator finansial dan managing director WF 19 Technology Inc. (www.p3kcheckup.com), sebetulnya ada beberapa Tips Cerdas agar bisa beli Rumah tanpa harus menyicil di Bank. 

Hari berpendapat, yang pertama-tama harus dilakukan adalah berkenalan dengan rekan-rekan kerja yang berkecimpung di dunia real estat dan properti. Hal tersebut baik untuk kemudahan urusan dan pengetahuan seputar rumah dan tanah, beserta faktor hukum yang meliputinya. 

“Dari mereka Anda juga bisa mencari tahu tipe rumah yang dikehendaki, lokasi yang Anda inginkan, serta harganya saat ini dan harga di masa depan, ketika Anda sudah menabung dan berinvestasi,” jelas Hari. 

Setelah Anda tahu rumah seperti apa yang diinginkan, barulah Anda menerapkan strategi kreatif buah pemikiran Hari berikut ini :

Angel investor. 
Adalah orang atau institusi yang mau membantu membelikan rumah yang Anda inginkan, tanpa pamrih dan tanpa riba. Artinya, yang bersangkutan tidak mengutip penambahan uang sepersen pun, dan membantu semata-mata karena ingin mendapatkan pahala di sisi Allah SWT. “Memang agak sulit di era yang serba mencari keuntungan saat ini,” aku Hari. “Tetapi, jika kita peka, selalu ada saja orang-orang seperti ini disekitar kita. Bahkan bagi mereka, semakin tidak dikenal, semakin bahagia mereka bisa membantu.”

Dengan demikian, menurut Hari, tiap bulan Anda bisa mencicil tanpa harus dibayang-bayangi rasa takut akan gagal bayar dan penyitaan rumah, seperti yang lazimnya dikhawatirkan bila menyicil lewat bank. “Yang Anda butuhkan adalah integritas pribadi untuk melunasi hutang-hutang tanpa bunga tersebut,” tegas Hari

Menabung dalam dinar emas. 
Jika Anda sudah tahu rumah yang dikehendaki dan harganya, yang selanjutnya harus dilakukan adalah menabung hingga mencapai harga tersebut – misalnya Rp300 juta. Tetapi masalahnya, ketika Anda sudah punya uang Rp300 juta – yang ditabung selama tiga tahun untuk membeli rumah tersebut, harga rumah tersebut membumbung menjadi lebih dari yang Anda sudah tabung. Dengan kata lain, sampai kapanpun Anda tidak bisa memiliki rumah idaman tersebut. 

Solusinya, menurut Hari, adalah dengan menabung dalam bentuk koin dinar emas atau emas dalam bentuk koin yang beratnya 4,25 gram. Jika dahulu, di abad ke-7 Masehi, satu koin dinar emas bisa membeli seekor kambing, hari ini dengan jumlah koin dinar emas yang sama masih dapat membeli sekor kambing terbaik.  “Ini berarti selama kurun waktu 14 abad tidak ada inflasi,” jelas Hari. 

Sehingga, misalnya Anda punya 148 koin dinar emas, di mana daya beli satu koin dinar emas per 5 Agustus 2013 Masehi adalah Rp 2.030.000,- (menurut www.wakalanusantara.com) maka rumah seharga Rp300 juta yang dalam tiga tahun mengalami kenaikan cukup signifikan, akan tetap kita bisa beli, bahkan malah ada sisa untuk bisa membeli perabotan lainnya.

Caranya, setelah terkumpul 148 koin dinar emas, cari rumah yang pemiliknya mau dibayar dengan menggunakan koin dinar emas tersebut.

Investasi di sektor riil. 
“Jika hari ini Anda terbiasa hidup dengan investasi pasar finansial atau paper asset, dengan kemungkinan pertumbuhannya antara 15-30 persen per tahun, kenapa tidak mencoba untuk berbisnis di sektor riil dengan menjual produk halal yang sedang digemari masyarakat?” tantang Hari. 

Hari menjelaskan bahwa dengan menjadi distributor yang memiliki banyak jaringan agen, dan semakin banyak agen yang bekerja untuk Anda, maka semakin banyak keuntungan yang Anda dapatkan sehingga bisa kelak membeli rumah idaman Anda.

Agen properti.
Dengan semakin banyaknya kelas menengah atas yang pertumbuhannya dari hari ke hari kian pesat, kebutuhan akan rumah juga semakin urgent. “Otomatis, permintaan akan penjual rumah terorganisir atau Agen Properti, juga meningkat,” ungkap Hari.   

Ini bisa jadi cara yang kreatif namun butuh kegigihan untuk bisa mendapatkan komisi yang berkisar 1-3% dari harga jual rumah, yang jika terus dilakukan, bisa membeli rumah idaman Anda.

Sweat equity developer.
Tidak banyak yang menekuni profesi di bidang developer. Selain karena perlu waktu untuk memahami alur kerjanya hingga dapat menghasilkan, juga tidak sedikit modal yang harus dikeluarkan. Tetapi dengan sweat equity developer alias pengembang modal dengkul, menurut Hari Anda bisa memiliki rumah idaman.  

“Caranya, Anda mengumpulkan dua jenis pemilik, yaitu pemilik lahan dan pemilik uang, yang kelak Anda gunakan untuk biaya operasional kantor dan biaya promosi seadanya,” jelas Hari. “Lalu buat kesepakatan, jika Anda bisa mendapatkan pembeli – tentu dengan support si pemodal – maka salah satu rumah yang akan dibangun adalah milik Anda.”  

Memang butuh waktu minimal dua tahun untuk bisa merealisasikannya, paling tidak selama kurun waktu tersebut, Anda semakin mahir dalam bidang properti.

Selamat mencari rumah! (Antono Purnomo) - Sumber


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Tips Sukses Ala Robert T.Kiyosaki.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Tips Sukses Ala Robert T.Kiyosaki

|0 komentar

Berikut Tips Sukses Ala Robert T.Kiyosaki :

UANG BEKERJA UNTUK KITA
Orang kaya tidak bekerja untuk uang , melainkan uang bekerja untuk dirinya.  Caranya dengan melihat apa yang tidak pernah dilihat orang lain. 

Contoh :  
Waktu itu robert masih bekerja di toko Bu Martin. Robert punya ide untuk membuat perpustakaan buku komik bersama Mike . Buku-bukunya didapat dari distributor buku. Tempatnya terletak di basement kosong punya ibu Mike yang tidak digunakan. Perpustakaan ini dibuka pulul 2.30 – 4.30. Agar bisa asyik membaca komik yang ada disana, Anak-anak  harus membayar  10 sen untuk setiap buku komik yang dibacanya.. Perpustakaan ini dikelola oleh adik Mike yang digaji 1 dollar seminggu. Robert dan Mike dapat 9,50 dollar seminggu. Robert masih bekerja di toko Bu Martin. Dengan mempercayakan  bisnis yang dikelola orang lain tanpa kehadiran robert, maka robert  bisa punya uang sendiri, tidak tergantung pada uang majikan. Bisnis perpustakaan buku komik menghasilkan uang  untuk robert dan mike. Ini berarti uang bekerja untuk mereka.

HARUS MELEK FINANSIAL
Orang harus melek finansial. Memiliki uang tanpa kecerdasan finansial akan membuat uang itu cepat habis. Kebanyakan orang tidak  menyadari bahwa yang penting dalam hidup bukanlah berapa banyak uang  yang bisa anda hasilkan, tetapi  berapa banyak uang yang bisa disimpan Penyebab kesulitan finansial karena kita tidak tahu perbedaan  antara aset dan liabilitas. 
Aset adalah sesuatu yang menghasilkan uang ke kantong kita, sementara liabilitas  adalah sesuatu yang menghabiskan uang di kantong kita. 
Aset contohnya : tanah, saham , deposito dan lain-lain.  Liabilitas contohnya : makan –minum, sewa rumah, pakaian, belanja, nonton dan lain-lain. Jika ingin kaya, habiskan hidup anda untuk membeli aset. Kalau ingin miskin, habiskan hidup anda dengan membeli liabilitas.

BERINVESTASILAH DALAM PENDIDIKAN
Kebanyakan orang  berinvesatasi dengan membeli barang-barang.  90 persen orang membeli tv dan hanya 10 persen saja untuk membeli buku tentang bisnis dan kaset-kaset investasi. Robert berinvestasi dengan ikut seminar. Di tahun 1973 muncul iklan seminar tiga hari tentang cara membeli real estate  tanpa uang muka sama sekali. Robert membayar 385 dollar dan seminar itu  menghasilkan 2 juta dollar buat Robert.  Dengan seminar itu robert tidak harus bekerja selama hidupnya.

MEMILIH TEMAN
Robert memilih teman bukan karena duit mereka, melainkan berteman untuk mendapatkan pengetahuan mereka. Robert berteman dengan orang yang jago mengelola keuangan. Dengan begitu dia mendapatkan pengetahuan tentang cara berinvesatsi yang baik. Yang harus dilakukan dan yang tak boleh dilakukan ketika berinvestasi.

BAYARLAH DIRI ANDA LEBIH DAHULU
Kebanyakan orang setelah mendapatkan uang langsung dihabiskan untuk belanja, makan-makan, liburan atau membayar hutang. Orang yang membayar terlebih dahulu adalah orang yang memasukkan uangnya untuk tabungan, deposito dan lain-lain investasi . Orang yang ingin kaya jangan terjebak dalam hutang yang besar. Jagalah pengeluaran anda tetap rendah. Bangunlah aset terlebih dahulu, baru beli rumah atau mobil baru. Jika kekurangan uang jangan pakai tabungan atau investasi anda. Gunakanlah otak anda untuk menghasilkan uang lebih banyak. Kepada karyawan disarankan  mengambil kerja sampingan seperti gabung dengan MLM. Disana Anda akan belajar  keterampilan penjualan juga bisa mengikuti pelatihan untuk mengatasi rasa takut akan kagagalan dan penolakan dari orang-orang yang ditawari produk kita.

MENEMUKAN ASET YANG MENGUNTUNGKAN
Ini bisa kita lakukan ketika sedang berlari, berjalan atau bersepeda di wilayah tertentu. Robert menemukan investasi real estate terbaiknya sewaktu berlari. Robert menemukan dan mencari perubahan pada aset yang dia temukan itu. Karena untuk mendapatkan untung dalam transaksi harus ada elemen harga murah dan perubahan. Ada banyak harga murah, tetapi perubahanlah yang mengubah suatu harga yang murah menjadi peluang yang menguntungkan. 
Contoh: kita membeli tanah dengan harga murah di satu tempat. Kita harus tahu bahwa tempat itu satu waktu menjadi perumahan mewah atau dibangun mall megah misalnya. Maka tanah murah tadi berubah menjadi tanah berharga tinggi  di kemudian hari. Ini jelas merupakan investasi yang sangat menguntungkan kita. Inilah kecerdasan finansial.

HARUS MEMBERI TERLEBIH DAHULU
Kapanpun anda merasa kekurangan atau membutuhkan sesuatu, berikanlah dahulu apa yang anda inginkan dan itu akan kembali  pada anda dengan berlimpah-limpah. Robert percaya pada prinsip timbal balik.  Robert memberikan apa yang dia inginkan. Jika Robert menginginkan uang, maka dia akan memberikan uang, dan uang itu akan kembali dengan berlipat ganda.  Jika ingin meningkatkan penjualan, dia membantu orang lain menjual  sesuatu, dan penjualan pun mendatangi robert. Ketika robert memberi itu selalu kembali. Ayah robert yang kaya selalu mengatakan, “Jika kamu menginginkan sesuatu, kamu harus memberi terlebih dahulu”

________________________________________________________________________

ROBERT T. KIYOSAKI, lahir di Hawaii. Dia merupakan keturunan Amerika- Jepang. Sekembali dari perang Vietnam, dia merintis bisnis dompet yang terbuat dari nilon dan berlapis Velcro, yang berkembang jadi produk bernilai jutaan dollar yang mendunia. Dia pernah tampil di majalah Success Magazine, Newsweek dan lain-lain. Dia pensiun di umur 47 tahun dan mulai berbisnis investasi. Dia menciptakan papan permainan CASHFLOW, yang mengajarkan permaian uang, yang sebelumnya hanya dikenal orang kaya.Sebagai pembicara ia disejajarkan dengan ZIG ZIGLAR juga ANTHONY ROBBINS. Bukunya “IF YOU WANT TO BE RICH AND HAPPY…DON’T GO TO SCHOOL?” serta yang fenomenal ”RICH DAD, POOR DAD”menjadi Buku Best Seller Internasional

_________________________________________________

Tulisan ini dikutip dari buku, “RICH DAD, POOR DAD”, karya Robert T. Kiyosaki, penerbit; Gramedia Pustaka Utama, 2004.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Kisah Sukses Indra Utama.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Indra Utama

|0 komentar

           Ketika berhasil meraih gelar insinyur sipil dari Universitas Pancasila, Jakarta pada 1993, pria kelahiran 8 Februari 1966 ini sempat gamang. Profesi apa yang harus dilanjutkannya. Apakah tetap melanjutkan profesi sebagai Jurnalis yang telah dirintisnya sejak menjadi mahasiswa tahun 1985, atau mencari profesi baru sebagai kontraktor atau bekerja di perusahaan pengembang perumahan, sesuai dengan pendidikannya.

Orangtuanya yang lebih suka melihat anaknya bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Pekerjaan Umum, mendesak Indra untuk melayangkan surat lamaran ke instansi tersebut. Tidak mendapat tanggapan, meski beberapa kali ia sempat dipanggil untuk melakukan test masuk. Perhatiannya pun pindah ke beberapa perusahaan kontraktor dan pengembang. Hasilnya pun tidak menggembirakan. Apalagi, dalam riwayat hidup pria ini, pengalaman sebagai jurnalis lebih mendominasi.Kenyataan ini membuat Indra mulai membatasi diri mengirim surat lamaran. “Saya sengaja hanya mengirim 100 lamaran,” kenang pria berdarah minang ini. Dari 100 lamaran yang dikirimnya, “Hanya sekitar 9 perusahaan yang memanggil,” sambung bapak 2 anak ini. Alhasil, dengan berbagai alasan seperti gaji dan lokasi pekerjaan, ia memutuskan tidak mengambil satu pun dari tawaran tersebut. Disela-sela mengisi waktu lowong, Indra bahkan sempat menerima tawaran dari salah seorang direktur rumah sakit untuk mengisi jabatan sebagai Kepala Bagian Humas.

Sambil menunggu panggilan yang lain, Indra berkenalan dengan seorang broker property yang menawarinya untuk bergabung dengan salah satu kantor broker properti franchise asal AS. Pada waktu yang bersamaan, ia juga di ajak rekannya Bambang Budiono yang Redaktur Pelaksana Majalah Properti Indonesia untuk mengisi posisi staf redaksi. Dua profesi ini ditekunnya bersamaan. Waktu itu bisnis properti sub sektor apartemen sedang booming. Dari sinilah karir dan hoki pria yang punya banyak ide ini kian cemerlang. Sebagai broker properti, nasib baik mendatanginya. Hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan, ia berhasil masuk dalam jajaran The Milions Club, kelompok elit broker yang berhasil menghasilkan komisi di atas Rp 10 juta dalam waktu singkat.

Di Majalah Properti Indonesia, kariernya pun terus mengkilap. Melihat hasil kerjanya, dalam beberapa bulan ia sudah dipercaya sebagai Redaktur. Bahkan dalam 1 tahun ia dipercaya menduduki posisi Wakil Redaktur Pelaksana. “Saya sempat tidak enak dengan beberapa Redaktur Senior yang posisinya di bawah saya, padahal saya termasuk baru di majalah itu,” kata Indra. Ia bahkan sempat memegang dua posisi sekaligus, sebagai Redaktur dan Pjs Marketing Manager Majalah Properti Indonesia. Ketika ditanya pengalaman yuang paling mengesankan selama bekerja di Properti Indonesia, Indra menjawab ada dua hal. Yang pertama, ketika Laporan Utamanya yang ditulisnya tentang Tanah-Tanah Soeharto, menjadi sumber inspirasi Laporan Utama Majalah TIMES yang menghebohkan itu. “Hampir sebagian bahan tulisan di Majalah TIMES dikutip dari Properti Indonesia,” cerita Indra yang masih menyimpan Majalah TIMES yang memuat Laporan tersebut hasil kiriman Jurnalis Majalah ini yang ditugaskan di Indonesia.

Pengalaman lain yang juga membuatnya sangat susah melupakan perstiwa itu adalah ketika krisis datang dan membuat bisnis properti terpuruk tahun 1997. Saat ini Indra dipercaya mengepalai divisi bisnis Majalah Properti Indonesia. Di saat susahnya awak AE-nya mencari pemasang iklan, Indra mengusulkan untuk membuat edisi khusus Top Tokoh Properti. Ide ini didasari pengalamannya menerbitkan sejumlah buku profil pengusaha dan tokoh sukses. Untuk menghemat biaya liputan, bahannya diambil dari rubrik tokoh yang pernah diterbitkan di majalah tersebut. Semula, bosnya menilai ide tersebut tidak masuk akal dengan alasan artikelnya sudah basi. Tapi, dengan keyakinan yang kuat, Indra bisa menjelaskan dan akhirnya proyek di tengah krisis tersebut bisa mendapatkan penjualan iklan sampai Rp 400 juta lebih.

Bertahan 5 tahun di Properti Indonesia, alumni program magister CPA (Certified Property Analys) Institut Teknologi Properti Indonesia (ITPI) ini kemudian mengibarkan media baru. Bersama-sama rekannya Pria Takari Utama dan Erwin Kallo yang dimotori oleh pengamat properti Doli D Siregar, pria ini mengibarkan media properti Tabloid KAVLING. Sayang, meski pasarnya cukup baik, dua investor media ini mundur dan hanya sempat terbit 6 edisi. “Tadinya Pak Hasan Basri Durin dan Pak Marzuki Usman sudah tanda tangan dan ikut sebagai investor, sayang karena perubahan politik, rencana beliau batal,” kata Indra tentang tabloidnya.

Sebagai jurnalis, Indra termasuk sosok yang tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman. Bersama rekannya seperti Hendrix K.Hidayat (mantan Pimpinan Perusahaan Majalah Tajukj), Bachrul Alam (Penyiar Senior RCTI), dan Dailami (mantan Dirjen PPG Deppen) serta Sukrawardi dan Adrian Putra, mereka membuka sekolah wartawan bernama Lembaga Pendidikan Wartawan Indonesia (LPWI). “Sebagian siswa kita sudah ada yang bekerja di media nasional,” ungkap Indra yang mengajak sejumlah Redaktur Senior untuk mengajar dilembaganya. Sembari menjalankan LPWI, Indra membentuk tim jurnalis yang juga aktif menerbitkan buku-buku profil. Tim jurnalis yang sebagian besar berasal dari alumni LPWI ini juga berperan besar mengawali liputan berita properti di sejumlah properti dotcom. Tim ini pernah dikontrak oleh Indoproperty.com selama setahun untuk mengisi berita-berita properti. Properti dotcom lain seperti Propertyrequest.com dan Propertyenet.com sempat menggunakan jasa tim yang dikoordinir Indra untuk meliput berita-berita properti.

Belakangan, bersama salah seorang pengelola salah satu properti dotcom, Indra merintis majalah Properti TRADER. Kehadiran majalah yang dikelola serius dengan format ringan ini sempat menggoyahkan pesaingnya. Sayangnya, di tengah jalan, investor majalah ini menyerah karena sudah terlanjur habis modal saat mengembangkan bisnis dotcom.

Keseriusan Indra Utama untuk tetap menggeluti media massa spesilias properti patut diacungkan jempol. Ia bahkan dengan tegas menolak tawaran sebuah media umum yang mengajaknya bergabung. Bahkan ketika seorang rekannya menyebutkan pasar media properti sangat segmented dan sempit, Indra tidak tergoyahkan.

“Saya yakin Tuhan telah menggariskan profesi saya di media masa spesialis properti,” ungkap Indra optimis. Saat ini, berdasarkan pengalamannya di media properti dotcom, Indra dan beberapa rekannya juga mengembangkan Portal Berita Properti, NewsProperty.com. “Belum ada properti dotcom yang serius menekuni berita sebagai contens utama. Pasar inilah yang kami isi, sesuai dengan pengalaman dan spesialisasi kami,” jelas Indra tentang dotcom propertinya.

Sayangnya, bisnis dotcom tidak semudah mengembangkan bisnis media cetak. Sosialisasi dotcom yang belum maksimal, menjual banner iklan tidak bisa diharapkan. Kondisi ini membuat Indra mencoba bermanuver. “Yang penting wartawan-wartawan yang ikut saya tetap bisa berkarya,” alasannya mengembangkan properti dotcom. Di sini, ia berpartner dengan Riki dan Dani, eksekutif muda. Di tengah kondisi yang sulit ini, secara tidak sengaja, Indra menghubungi rekannya yang bekerja di Grup Tempo. Entah kebetulan atau memang ditakdirkan Tuhan, temanya ini meminta bantuannya (out sourching) untuk merintis dan mengelola Tabloid Properti yang mereka kembangkan bekerjasama dengan DPD REI DKI Jakarta.

Tanpa kesulitan Indra dan timnya langsung menjalankan Tabloid yang terbit sebanyak 16 halaman itu dengan nama Tabloid KORIDOR. Tabloid ini disisipkan ke dalam KORAN TEMPO setiap terbitnya. Sesuai kontrak, Indra menjalankan operasional penerbitan tabloid tersebut, baik redaksional maupun halaman iklannya. Berjalan selama 6 bulan, tabloid ini pun tersendat akibat usainya kerjasama antara DPD REI DKI Jakarta dengan Grup Tempo.

Usai merintis Tabloid KORIDOR yang sebagian isi redaksinya juga sempat diturunkan di Majalah TEMPO ini, Indra mencoba mandiri dengan menerbitkan Majalah Property GUIDE. Mulai dari redaksi dan penjualan iklan dirintisnya bersama-sama sejumlah rekan-rekannya. Berjalan 5 edisi, ia bertemu dengan pengamat properti Panangian Simanungkalit yang sudah lama dikenalnya saat menjadi redaktur di Majalah Properti Indonesia. “Tadinya saya malah mau nawarin iklan BPPN untuk pasang di Majalah Property GUIDE,” kenang Indra. Bukan hanya cuma iklan, Panangian justru memintanya menerbitkan Tabloid TRANSAKSI yang sudah lama direncanakan pengamat kondang itu. Alhasil, Indra dan timnya sempat kewalahan tiga media sekaligus dalam waktu yang bersamaan, yakni Tabloid Koridor, Property GUIDE dan Tabloid Transaksi. “Saya sempat memundurkan jadual terbit majalah sendiri agar kualitas tabloid yang dipercayakan ke saya tetap terjaga,” katanya.

Pertemuan Indra dengan Panangian Simanungkalit boleh jadi adalah puncak dari perjalanannya sebagai Jurnalis Spesialis Properti. Ia bertemu dengan figur yang juga super spesialis dan memiliki visi dan misi yang sama di bisnis media khusus properti. Akhirnya, berjalan dalam bentuk out sourching selama 6 edisi, posisi Pemimpin Redaksi Tabloid Transaksi akhirnya diserahkan kepada Joko Yuwono, rekannya yang sebelumnya Pemimpin Redaksi di Majalah Properti Indonesia. Indra sendiri memulai pekerjaan barunya dengan mengembangkan Majalah Bisnis PROPERTI pada September 2003.

Berbekal pengalaman dan tim yang sudah terbentuk, tidak terlalu sulit buat Indra mengembangkan media baru, sesuai dengan keinginan Panangian Simanungkalit. Terbit perdana September 2003, penampilan Majalah Bisnis PROPERTI yang dibidaninya sudah seperti berusia puluhan tahun. Beberapa kontrak iklan yang sudah terjaring di Majalah Property GUIDE, dialihkannya ke media yang baru. Itu sebabnya, sebelum terbit, Majalah Bisnis PROPERTI telah mengantongi kontrak iklan dari sejumlah perusahaan. Saat ini, Majalah Bisnis PROPERTI sudah menjadi salah satu referensi yang dipercaya, baik oleh konsumen kelas atas, maupun pelaku bisnis properti itu sendiri. “Saya puas, hasil kerja tim ini bisa langsung dipercaya pembaca,” tutur Indra yang masih kerap begadang mengontrol penerbitan majalah itu.

Indra mengaku saat ini memiliki prinsip hanya mengikuti kemana air mengalir. Meski begitu dalam menjalani semua itu ia tetap bertekad untuk berbuat yang terbaik dari pada hari sebelumnya. “Hari besok juga harus lebih baik dari hari sekarang,” tegasnya. Saat ini telah mengelola media properti, Majalah Property&Bank dengan posisi sebagai Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi. Selain itu, dia telah menerbitkan lagi Majalah My Home. (Sumber)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Wisnu Tri Anggoro.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.