Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Indra Utama

|0 komentar

           Ketika berhasil meraih gelar insinyur sipil dari Universitas Pancasila, Jakarta pada 1993, pria kelahiran 8 Februari 1966 ini sempat gamang. Profesi apa yang harus dilanjutkannya. Apakah tetap melanjutkan profesi sebagai Jurnalis yang telah dirintisnya sejak menjadi mahasiswa tahun 1985, atau mencari profesi baru sebagai kontraktor atau bekerja di perusahaan pengembang perumahan, sesuai dengan pendidikannya.

Orangtuanya yang lebih suka melihat anaknya bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Departemen Pekerjaan Umum, mendesak Indra untuk melayangkan surat lamaran ke instansi tersebut. Tidak mendapat tanggapan, meski beberapa kali ia sempat dipanggil untuk melakukan test masuk. Perhatiannya pun pindah ke beberapa perusahaan kontraktor dan pengembang. Hasilnya pun tidak menggembirakan. Apalagi, dalam riwayat hidup pria ini, pengalaman sebagai jurnalis lebih mendominasi.Kenyataan ini membuat Indra mulai membatasi diri mengirim surat lamaran. “Saya sengaja hanya mengirim 100 lamaran,” kenang pria berdarah minang ini. Dari 100 lamaran yang dikirimnya, “Hanya sekitar 9 perusahaan yang memanggil,” sambung bapak 2 anak ini. Alhasil, dengan berbagai alasan seperti gaji dan lokasi pekerjaan, ia memutuskan tidak mengambil satu pun dari tawaran tersebut. Disela-sela mengisi waktu lowong, Indra bahkan sempat menerima tawaran dari salah seorang direktur rumah sakit untuk mengisi jabatan sebagai Kepala Bagian Humas.

Sambil menunggu panggilan yang lain, Indra berkenalan dengan seorang broker property yang menawarinya untuk bergabung dengan salah satu kantor broker properti franchise asal AS. Pada waktu yang bersamaan, ia juga di ajak rekannya Bambang Budiono yang Redaktur Pelaksana Majalah Properti Indonesia untuk mengisi posisi staf redaksi. Dua profesi ini ditekunnya bersamaan. Waktu itu bisnis properti sub sektor apartemen sedang booming. Dari sinilah karir dan hoki pria yang punya banyak ide ini kian cemerlang. Sebagai broker properti, nasib baik mendatanginya. Hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan, ia berhasil masuk dalam jajaran The Milions Club, kelompok elit broker yang berhasil menghasilkan komisi di atas Rp 10 juta dalam waktu singkat.

Di Majalah Properti Indonesia, kariernya pun terus mengkilap. Melihat hasil kerjanya, dalam beberapa bulan ia sudah dipercaya sebagai Redaktur. Bahkan dalam 1 tahun ia dipercaya menduduki posisi Wakil Redaktur Pelaksana. “Saya sempat tidak enak dengan beberapa Redaktur Senior yang posisinya di bawah saya, padahal saya termasuk baru di majalah itu,” kata Indra. Ia bahkan sempat memegang dua posisi sekaligus, sebagai Redaktur dan Pjs Marketing Manager Majalah Properti Indonesia. Ketika ditanya pengalaman yuang paling mengesankan selama bekerja di Properti Indonesia, Indra menjawab ada dua hal. Yang pertama, ketika Laporan Utamanya yang ditulisnya tentang Tanah-Tanah Soeharto, menjadi sumber inspirasi Laporan Utama Majalah TIMES yang menghebohkan itu. “Hampir sebagian bahan tulisan di Majalah TIMES dikutip dari Properti Indonesia,” cerita Indra yang masih menyimpan Majalah TIMES yang memuat Laporan tersebut hasil kiriman Jurnalis Majalah ini yang ditugaskan di Indonesia.

Pengalaman lain yang juga membuatnya sangat susah melupakan perstiwa itu adalah ketika krisis datang dan membuat bisnis properti terpuruk tahun 1997. Saat ini Indra dipercaya mengepalai divisi bisnis Majalah Properti Indonesia. Di saat susahnya awak AE-nya mencari pemasang iklan, Indra mengusulkan untuk membuat edisi khusus Top Tokoh Properti. Ide ini didasari pengalamannya menerbitkan sejumlah buku profil pengusaha dan tokoh sukses. Untuk menghemat biaya liputan, bahannya diambil dari rubrik tokoh yang pernah diterbitkan di majalah tersebut. Semula, bosnya menilai ide tersebut tidak masuk akal dengan alasan artikelnya sudah basi. Tapi, dengan keyakinan yang kuat, Indra bisa menjelaskan dan akhirnya proyek di tengah krisis tersebut bisa mendapatkan penjualan iklan sampai Rp 400 juta lebih.

Bertahan 5 tahun di Properti Indonesia, alumni program magister CPA (Certified Property Analys) Institut Teknologi Properti Indonesia (ITPI) ini kemudian mengibarkan media baru. Bersama-sama rekannya Pria Takari Utama dan Erwin Kallo yang dimotori oleh pengamat properti Doli D Siregar, pria ini mengibarkan media properti Tabloid KAVLING. Sayang, meski pasarnya cukup baik, dua investor media ini mundur dan hanya sempat terbit 6 edisi. “Tadinya Pak Hasan Basri Durin dan Pak Marzuki Usman sudah tanda tangan dan ikut sebagai investor, sayang karena perubahan politik, rencana beliau batal,” kata Indra tentang tabloidnya.

Sebagai jurnalis, Indra termasuk sosok yang tidak pelit berbagi ilmu dan pengalaman. Bersama rekannya seperti Hendrix K.Hidayat (mantan Pimpinan Perusahaan Majalah Tajukj), Bachrul Alam (Penyiar Senior RCTI), dan Dailami (mantan Dirjen PPG Deppen) serta Sukrawardi dan Adrian Putra, mereka membuka sekolah wartawan bernama Lembaga Pendidikan Wartawan Indonesia (LPWI). “Sebagian siswa kita sudah ada yang bekerja di media nasional,” ungkap Indra yang mengajak sejumlah Redaktur Senior untuk mengajar dilembaganya. Sembari menjalankan LPWI, Indra membentuk tim jurnalis yang juga aktif menerbitkan buku-buku profil. Tim jurnalis yang sebagian besar berasal dari alumni LPWI ini juga berperan besar mengawali liputan berita properti di sejumlah properti dotcom. Tim ini pernah dikontrak oleh Indoproperty.com selama setahun untuk mengisi berita-berita properti. Properti dotcom lain seperti Propertyrequest.com dan Propertyenet.com sempat menggunakan jasa tim yang dikoordinir Indra untuk meliput berita-berita properti.

Belakangan, bersama salah seorang pengelola salah satu properti dotcom, Indra merintis majalah Properti TRADER. Kehadiran majalah yang dikelola serius dengan format ringan ini sempat menggoyahkan pesaingnya. Sayangnya, di tengah jalan, investor majalah ini menyerah karena sudah terlanjur habis modal saat mengembangkan bisnis dotcom.

Keseriusan Indra Utama untuk tetap menggeluti media massa spesilias properti patut diacungkan jempol. Ia bahkan dengan tegas menolak tawaran sebuah media umum yang mengajaknya bergabung. Bahkan ketika seorang rekannya menyebutkan pasar media properti sangat segmented dan sempit, Indra tidak tergoyahkan.

“Saya yakin Tuhan telah menggariskan profesi saya di media masa spesialis properti,” ungkap Indra optimis. Saat ini, berdasarkan pengalamannya di media properti dotcom, Indra dan beberapa rekannya juga mengembangkan Portal Berita Properti, NewsProperty.com. “Belum ada properti dotcom yang serius menekuni berita sebagai contens utama. Pasar inilah yang kami isi, sesuai dengan pengalaman dan spesialisasi kami,” jelas Indra tentang dotcom propertinya.

Sayangnya, bisnis dotcom tidak semudah mengembangkan bisnis media cetak. Sosialisasi dotcom yang belum maksimal, menjual banner iklan tidak bisa diharapkan. Kondisi ini membuat Indra mencoba bermanuver. “Yang penting wartawan-wartawan yang ikut saya tetap bisa berkarya,” alasannya mengembangkan properti dotcom. Di sini, ia berpartner dengan Riki dan Dani, eksekutif muda. Di tengah kondisi yang sulit ini, secara tidak sengaja, Indra menghubungi rekannya yang bekerja di Grup Tempo. Entah kebetulan atau memang ditakdirkan Tuhan, temanya ini meminta bantuannya (out sourching) untuk merintis dan mengelola Tabloid Properti yang mereka kembangkan bekerjasama dengan DPD REI DKI Jakarta.

Tanpa kesulitan Indra dan timnya langsung menjalankan Tabloid yang terbit sebanyak 16 halaman itu dengan nama Tabloid KORIDOR. Tabloid ini disisipkan ke dalam KORAN TEMPO setiap terbitnya. Sesuai kontrak, Indra menjalankan operasional penerbitan tabloid tersebut, baik redaksional maupun halaman iklannya. Berjalan selama 6 bulan, tabloid ini pun tersendat akibat usainya kerjasama antara DPD REI DKI Jakarta dengan Grup Tempo.

Usai merintis Tabloid KORIDOR yang sebagian isi redaksinya juga sempat diturunkan di Majalah TEMPO ini, Indra mencoba mandiri dengan menerbitkan Majalah Property GUIDE. Mulai dari redaksi dan penjualan iklan dirintisnya bersama-sama sejumlah rekan-rekannya. Berjalan 5 edisi, ia bertemu dengan pengamat properti Panangian Simanungkalit yang sudah lama dikenalnya saat menjadi redaktur di Majalah Properti Indonesia. “Tadinya saya malah mau nawarin iklan BPPN untuk pasang di Majalah Property GUIDE,” kenang Indra. Bukan hanya cuma iklan, Panangian justru memintanya menerbitkan Tabloid TRANSAKSI yang sudah lama direncanakan pengamat kondang itu. Alhasil, Indra dan timnya sempat kewalahan tiga media sekaligus dalam waktu yang bersamaan, yakni Tabloid Koridor, Property GUIDE dan Tabloid Transaksi. “Saya sempat memundurkan jadual terbit majalah sendiri agar kualitas tabloid yang dipercayakan ke saya tetap terjaga,” katanya.

Pertemuan Indra dengan Panangian Simanungkalit boleh jadi adalah puncak dari perjalanannya sebagai Jurnalis Spesialis Properti. Ia bertemu dengan figur yang juga super spesialis dan memiliki visi dan misi yang sama di bisnis media khusus properti. Akhirnya, berjalan dalam bentuk out sourching selama 6 edisi, posisi Pemimpin Redaksi Tabloid Transaksi akhirnya diserahkan kepada Joko Yuwono, rekannya yang sebelumnya Pemimpin Redaksi di Majalah Properti Indonesia. Indra sendiri memulai pekerjaan barunya dengan mengembangkan Majalah Bisnis PROPERTI pada September 2003.

Berbekal pengalaman dan tim yang sudah terbentuk, tidak terlalu sulit buat Indra mengembangkan media baru, sesuai dengan keinginan Panangian Simanungkalit. Terbit perdana September 2003, penampilan Majalah Bisnis PROPERTI yang dibidaninya sudah seperti berusia puluhan tahun. Beberapa kontrak iklan yang sudah terjaring di Majalah Property GUIDE, dialihkannya ke media yang baru. Itu sebabnya, sebelum terbit, Majalah Bisnis PROPERTI telah mengantongi kontrak iklan dari sejumlah perusahaan. Saat ini, Majalah Bisnis PROPERTI sudah menjadi salah satu referensi yang dipercaya, baik oleh konsumen kelas atas, maupun pelaku bisnis properti itu sendiri. “Saya puas, hasil kerja tim ini bisa langsung dipercaya pembaca,” tutur Indra yang masih kerap begadang mengontrol penerbitan majalah itu.

Indra mengaku saat ini memiliki prinsip hanya mengikuti kemana air mengalir. Meski begitu dalam menjalani semua itu ia tetap bertekad untuk berbuat yang terbaik dari pada hari sebelumnya. “Hari besok juga harus lebih baik dari hari sekarang,” tegasnya. Saat ini telah mengelola media properti, Majalah Property&Bank dengan posisi sebagai Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi. Selain itu, dia telah menerbitkan lagi Majalah My Home. (Sumber)

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Wisnu Tri Anggoro.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Wisnu Tri Anggoro

|0 komentar
               Memulai Sebuah bisnis dengan berutang saat ini lagi tren, bahkan banyak buku, seminar,dsb yang secara khusus membahas cara-cara berhutang dengan mudah di Bank.


Ini Propertiku
Bisnis properti tanpa pinjam uang di Bank rupanya itu bukan sebuah mimpi belaka namun itu fakta serta bisa di coba. Anda tidak percaya! oke lihat saja apa yang dilakukan oleh seorang Derektur Utama Majestic Land yaitu Wisnu Tri Anggoro mampu membangun perusahaan Properti tanpa harus berhutang di bank. lalu dengan cara apa dia bisa memulai bisnis yang butuh dana besar ini tanpa harus berhutang di Bank?.

Setelah di simak, maka ada poin menarik yang ia lakukan untuk memulai dan mengembangkan bisnis ini. Poin menarik itu adalah memulai dari modal yang ada, serta punya kesabaran yang tinggi. Rupanya ia berangkat dari bisnis kecil serta tidak ada kaitannya dengan properti. Berawal dari ditolaknya lamaran yang ia ajukan pada perusahan-perusahaan yang ia bidik bisa kerja disana. Namun tidak ada respon Dan akhirnya ia memutuskan untuk banting setir membuka bisnis sendiri dengan mengawali membuka dealer Motor namun gagal.

Setelah kegagalan yang ia alami saat usaha dealer motor tidak membuatnya surut untuk terus berbisnis. Akhirnya mencoba peruntungan di bisnis warnet rupanya bisnis satu ini juga tidak bertahan lama dan tutup. Nah kalau sudah memiliki jiwa bisnis emang seperti bapak Wisnu yang akan terus bangkit lagi walau gagal berkali-kali. Ia bangun lagi dan mulai mencoba bisnis berikutnya yakni Bisnis Rental kendaraan yang lagi tren pada tahun 2000an.

Rupanya dibisnis ini ia menuai sukses dari hanya sebuah mobil hingga memiliki 60 mobil, dan usahanya terus berkembang namun saat jaya-jayanya bisnis rantal mobil tersebut ia akhirnya memutuskan untuk menjualnya dan dananya di gunakan untuk modal awal berbisnis properti. Alasannya memilih berbisnis, dia ingin memiliki bisnis yang bisa membawa manfaat bagi banyak orang. Cukup mulia alasannya tersebut!.

Bermodal uang hasil penjualan usahanya itu, ia memulai bisnis properti, modal awal yang ia miliki sebesar 60 milliar.Tanpa harus berhutang Bank dan memang ia sangat menghindari lembaga Bank yang mengandung unsur riba. Dan berkat kesabarannya ini ia kini mampu menyelasaikan proyek-proyek besar seperti Best Western Condotel Yogyakarta, Majestic Residence Yogyakarta, villa Nusa ubud Bali dan masih banyak proyek besar lainnya yang ia garap.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Info artikel menarik lain silahkan baca Investasi Properti apa yang paling tepat untuk saat ini.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Reuben Brothers, Kaya Raya Dari Bisnis Properti

|0 komentar
Pandai menangkap peluang menjadi rahasia bisnis Simon Reuben. Bersama abangnya, David Reuben, mereka lebih dikenal sebagai Reuben Brothers.


Reuben Brothers, Kaya Raya Dari Bisnis Properti | Ini Propertiku
Kekayaan keduanya nongkrong di peringkat kedua orang terkaya di Inggris tahun 2011 oleh majalah Forbes dengan kekayaan sebesar US$ 8 miliar. Saat ini keduanya merupakan kepala eksekutif bersama di Reuben Brothers. Perusahaan tersebut kini memiliki investasi di mancanegara dan berbagai properti di Inggris.

Menjadi pemain di bisnis investasi dan real estate memang selalu melibatkan dana besar. Kesuksesan berbisnis di dua bidang ini membawa keberuntungan pada konglomerat Inggris, Simon Reuben.

Namun, keberuntungan pria berusia 63 tahun ini tak didapatkan begitu saja. Dia harus meninggalkan bisnis lamanya untuk bergabung dengan abangnya mengelola Trans Wold.

Memang, meskipun nama mereka melambung di bisnis aluminium Trans World, kedua bersaudara ini menjual aset mereka di tahun 2000 dan mendirikan perusahaan investasi dan real estate yang lebih stabil. Kini, kongsi abang-adik ini bernama Reuben Brothers. Kekayaan mereka berdua tercatat mencapai US$ 8 miliar di 2011 lalu, versi majalah Forbes.

Reuben Brothers bergerak di bidang investasi dan real estate. Seperti terdapat dalam situs perusahaan, bisnis Reuben Brothers berfokus pada kawasan Inggris dan Eropa.

Di bidang investasi, ada empat perusahaan utama yang menggerakkan bisnis Reuben Brothers. Salah satunya, Bandara London Oxford.

Mereka juga memiliki Global Switch, perusahaan pusat data di Eropa dan Asia Pasifik. Di sektor energi, keduanya membangun perusahaan bernama RB Resources.

Bisnisnya terbentang dari perdagangan komoditas logam, distribusi dan perdagangan komoditas minyak, pertambangan, dan pertanian. Kedua bersaudara ini juga tak melepaskan kesempatan di bisnis hiburan. Melalui Wellington Pub Co, Reuben Brothers mengelola pub estate terbesar di Inggris, dengan menyewakan 850 pub.

Reuben bersaudara juga memiliki Northern Racing Plc. Perusahaan ini mengoperasikan sepuluh tempat pacuan kuda di Inggris dan menguasai 15,5% pangsa pasar perlengkapan balapan. Selain berinvestasi, kedua bersaudara ini juga membuka kesempatan menanamkan dana dengan cara patungan lewat Venture Capital.

Perkembangan unit real estate Reuben Brothers tak lepas dari peran Simon. Pada awal bergabung dengan Trans World Groups, Simon berlari mendalami investasi properti. Perlahan-lahan ia membuat portofolio hingga miliaran Dollar AS di Inggris.

Saat ini, portofolio real estate mereka dibagi menjadi holding real estate, holding ritel, pengembangan sendiri, serta perusahaan patungan. Bisnis properti milik Reuben bersaudara juga terdiversifikasi mulai dari pusat perbelanjaan, residensial, hotel, perkantoran, sampai properti yang menyatukan semua jenis lini atau yang dikenal dengan mix-used.

Bidang usaha holding real estate ini menjadi wadah bagi kedua bersaudara ini memiliki aset properti di Inggris dan luar negeri. Beberapa properti yang dimiliki Reuben adalah The Piccadilly Estate, Menara Millbank, kantor pusat The John Lewis, juga kantor-kantor American Express.

Di luar negeri, Reuben memiliki aset properti di Monaco, New Jersey, Jerman, Prancis, Rumania, hingga Tel Aviv, Israel. Di bidang properti ritel, Reuben memiliki beberapa pusat perbelanjaan. Beberapa di antaranya adalah Eden dan St James Retail Park di Newcastle. Mereka juga memiliki beberapa gerai ritel high street di pusat kota London.

Di bidang properti, Simon juga membuka peluang investasi patungan atau joint venture. Khusus segmen ini, Reuben Brothers menyediakan dana sebesar € 1 miliar, bekerjasama dengan Deutsche Bank.

Beberapa proyek yang dibangun lewat cara ini antara lain, Merchant Square seluas 2 juta kaki persegi di Paddington, London. Proyek ini memiliki enam bangunan. Salah satunya, pencakar langit 41 lantai untuk perkantoran, apartemen dan fasilitas lifestyle. (Riendy Astria, Sanny Cicilia). (Sumber: Kompas.com)

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca 6 Tips Beli Rumah Tanpa Uang Muka.


NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi properti secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan bisnis kuliner khas Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari infonya DISINI.

Aryo Diponegoro

|0 komentar
Aryo Diponegoro barangkali orang yang pertama kali mencetuskan ide mengadakan jasa pelatihan untuk menjadi Developer Properti di Indonesia.
Di mulai dengan menulis blog di www.aryodiponegoro.com tentang tips dan strategi berbisnis properti, hingga akhirnya di seriusi dengan membuka jasa pelatihan untuk menjadi developer properti.

Aryo Diponegoro | Ini Propertiku
Aryo Diponegoro juga mendirikan forum Yuk Bisnis Properti di Yahoo yang konon forum tersebut merupakan forum properti terbesar di Indonesia karena melihat anggotanya yang mencapai angka puluhan ribu orang.
Selain itu Aryo Diponegoro juga menulis buku dengan tema developer properti yang judulnya Raja Bisnis Properti Mega Profit No.2 di Indonesia (silahkan dapatkan bukunya di toko buku terdekat kalau masih ada).
Lewat karya Aryo Diponegoro kini lebih banyak kesempatan bagi kita untuk mengenal dunia pengembang properti. Dalam hal ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa buat pembelajaran kita ke depan terutama untuk orang-orang yang sedang menekuni di bisnis properti, karena terus terang kalau kita mendengar tentang pengembang properti yang kita ingat biasanya nama-nama besar seperti Lippo Group, Sinar Mas, Ciputra Properti, Agung Podomoro, dll.

Dan materi yang di sampaikan dalam bukunya Aryo Diponegoro sangat mudah di pahami karena yang disampaikan merupakan ilmu dasar menjadi pengembang properti. Hal ini tentu mampu memberi harapan bagi anda yang kebetulan mempunyai modal yang relatif sedikit dalam memulai di bisnis Developer Properti khususnya untuk menjadi pengembang kelas menengah ke bawah.

Dengan demikian paradigma tentang pengembang properti yang harus mempunyai modal besar dapat di patahkan dengan adanya ilmu yang di berikan oleh Aryo Diponegoro dalam bukunya tersebut.

Info tentang profil lengkap Aryo Diponegoro silahkan kunjungi situs beliau www.aryodiponegoro.com.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info artikel menarik lain silahkan bisa baca Tips Jitu Mengelola Rumah Kost.

NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi property secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Bong Chandra

|0 komentar
                   Orangnya masih muda, tampan, dermawan, dan yang istimewa adalah ia sudah menjadi seorang miliarder di usia yang tergolong masih muda. Ia adalah Bong Chandra, pengusaha sukses di bidang properti yang sekaligus juga merupakan motivator termuda di Asia saat ini. Kesuksesan Bong Chandra tidak diperolehnya dengan mudah. Pria kelahiran Jakarta 25 Oktober 1987 ini lahir dengan banyak kekurangan. Selain memiliki penyakit asma, Bong Chandra juga terlahir dengan tubuh yang kecil, tidak hanya itu, ketika berumur 4 tahun ia di diagnosa memiliki kelainan paru-paru. Kekurangan inilah yang membuat masa kecil Bong Chandra terasa suram karena rasa minder dan tidak percaya diri. Tak ada yang menyangka kalau Si Anak Minder ini kelak malah akan menjadi motivator termuda di Asia. 


Masa kecil Bong Chandra dilaluinya dengan perasaan tidak percaya diri. Rasa minder itu membuat Bong Chandra tidak memiliki prestasi yang menonjol, tidak pernah mendapatkan piala dari kompetisi mana pun, bahkan tidak memiliki banyak teman. 
Bong Chandra juga berasal dari keluarga yang sederhana walaupun kebutuhan hidupnya selalu terpenuhi. Hingga pada tahun 1998 terjadi krisis moneter yang membuat usaha keluarganya bangkrut. Awalnya ia tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam keluarganya. Namun, ia baru sadar ketika ia melihat di depan rumahnya ada papan bertuliskan “DIJUAL”. Sungguh miris memang keadaannya saat itu, dengan tidak memiliki kompetensi sama sekali di bidang apa pun, kebangkrutan malah melanda keluarganya. Bahkan saking sayangnya orang tua Bong Chandra terhadapnya, mereka rela berhutang puluhan juta rupiah untuk membiayai kuliahnya. Keadaan inilah yang memaksa Bong menjadi anak yang lebih kuat dan tangguh dibandingkan anak seusianya. Sejak saat itu ia sadar, makin termotivasi, dan bertekad ingin mengubah hidupnya. 

Pada usia 18 tahun, ia mulai membuka usaha bersama temannya. Hanya bermodalkan motor butut, ia bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah demi memperbaiki kahidupan keluarganya. Pergi keluar kota sendirian, tinggal di kost yang sangat sederhana, bahkan untuk makan sehari-hari saja hanya memiliki jatah Rp 1.200, bisa dibayangkan kehidupannya saat itu. Tidak sampai di situ, selama merintis usahanya pun ia sering mendapat hinaan dan cemooh dari orang-orang di sekitarnya. Hinaan, cemooh, dan berbagai penolakan yang diterimanya tak lantas membuatnya patah arang, malah sebaliknya ia merasa lebih tertantang dan ingin membuktikan kepada mereka yang meragukannya bahwa ia layak menjadi pengusaha sukses. 


Dalam hati Bong Chandra berkata “Sesungguhnya engkau telah melempar kayu ke dalam bara api yang menyala-nyala”. Kini Bong Chandra telah mengukir prestasi yang luar biasa dan sangat tidak biasa untuk anak muda seusianya. beliau memimpin 3 perusahaan sekaligus yaitu PT. Perintis Trinity Property, PT. Bong Chandra Success System, dan PT. Free Car Wash Indonesia, dengan membawahi 150 staff karyawan. 

Selain bergelut dalam dunia property, dia juga sukses menjadi motivator termuda di Asia hingga saat ini. Pada tahun 2009, ia bahkan diundang untuk memberi motivasi di Perusaahan Terbesar Dunia (versi Fortune 500), dan di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Lewat seminar-seminarnya inilah ia membagi ilmunya dan membantu jutaan orang untuk meraih kesuksesannya. Baginya, jalan tercepat untuk sukses adalah dengan membantu orang lain menjadi sukses. 

Ilmu Bong Chandra bisa di dapat dari bukunya yang merupakan buku nasional best seller saat ini yang berjudul Unlimited Wealth yang hampir terjual hingga 100.000 copy dan 100% royalty buku tersebut ia sumbangkan ke sebuah yayasan panti asuhan di Jakarta. Sangat mulia memang jasa anak muda yang satu ini. Ia layak menjadi panutan bagi generasi muda Indonesia. Jadi, bagaimana pun keadaan Anda saat ini, jangan jadikan penghalangan untuk meraih kesuksesan. Bahkan jadikanlah itu sebagai motivasi untuk terus maju dan mensejahterakan sesama. (Sumber)


------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lainnya bisa anda baca Sekilas Buku Property Cash Machine (PCM) Bapak Joe Hartanto.


Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi property secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Ciputra

|1 komentar
Ciputra lahir di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan, ia anak ke 3 dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga berlatar belakang keluarga sederhana. Ketika berusia 12 tahun ia kehilangan ayahnya yang meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang karena tuduhan palsu dianggap mata-mata Belanda.



Kepahitan masa kecil telah menimbulkan tekad dan keputusan penting yaitu memiliki cita-cita bersekolah di Pulau Jawa demi hari depan yang lebih baik, bebas dari kemiskinan dan kemelaratan. Akhirnya Ciputra kecil kembali ke bangku sekolah walau terlambat. Ia terlambat karena negara kita masih dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda maupun Jepang. Ia masuk kelas 3 SD di desa Bumbulan walau usianya sudah 12 tahun atau terlambat hampir 4 tahun. 
Ketika usianya 16 tahun lulus dari SD kemudian melanjutkan SMP di Gorontalo dan jenjang SMA di Manado setelah itu memasuki ITB jurusan arsitektur di Bandung. Keseluruhan pendidikan masa remaja Ciputra memang merupakan gabungan dari pendidikan yang akademis dan juga non akademis, di dalam kelas dan juga di luar kelas. Inilah yang dapat disebut sebagai sekolah kehidupan yang membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan utuh. 
Oleh karena itu tidak heran bila saat ini ia berpendapat bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membangun manusia seutuhnya dan beberapa cirinya adalah membangun moral, mendorong kreativitas dan mendidik karakter-karakter mandiri siswa-siswinya. 

Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ia kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam. 

Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnet bagi pertumbuhan wilayah di sekitarnya. Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur Institut Teknologi Bandung. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta. Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah memperoleh kontrak pekerjaan lumayan untuk masa itu, dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. 
Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh. Tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Kita harus ke Jakarta, sebab di sana banyak pekerjaan, ujarnya kepada Islamil Sofyan dan Budi Brasali. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua rekannya itu. Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen. Dengan berbagai cara Ciputra berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya. Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno kemudian ditindak lanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu dirapatkan dengan Presiden Soekarno. 
Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jaya. Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. 

Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra. 
Jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup itu tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan : Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi. Fasilitas merupakan unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Konsumen harus dipuaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkapnya. Tapi fasilitas itu tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan. Jika fasilitas selengkapnya langsung dibangun, harga jual akan langsung tinggi. Ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang. 

Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha (Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondoh Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra). Dari Kelima kelompok usaha itu, Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya ia meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. 
Pertama, karena ia hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya dimulai. Sejak perusahaan itu dibentuk tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran direksinya selama 35 tahun : 3 tahun pertama sebagai direktur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. 
Kedua, adalah kenyataan bahwa setelah Pemda DKI, Ciputra adalah pemegang saham terbesar di Jaya. PT Metropolitan Development adalah perusahaannya yang ia bentuk tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya. Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan Sudono Salim. 
Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang keempat adalah PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan awal tahun 1980-an. Perusahaan ini merupakan konsorsium 10 pengusaha terkemuka – antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya – yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD – Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf. 

Grup Ciputra adalah kelompok usahanya yang Kelima. Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 diakui sisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD). Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak dan menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan keempat kelompok usaha Ciputra lainnya. Dengan usia paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar. CD kini memiliki 4 proyek skala luas: Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di Tangerang seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, serta super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunannya diproyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi US$2,5 miliar. Selain itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, dan bisnis broker melalui waralaba Century 21. 

Sejak beberapa tahun lalu, Ciputra menyatakan Kelima grup usahanya – terutama untuk proyek-proyek propertinya – ke dalam sebuah aliansi pemasaran. Aliansi itu semula diberi nama Sang Pelopor, tapi kini telah diubah menjadi si Pengembang. “Nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri,” ujar Ciputra tentang perubahan nama itu.

Info artikel menarik lain silahkan bisa baca 10 Pengembang Raksasa Properti Indonesia.

Elang Gumilang

|2 komentar
Elang Gumilang, 25 tahun, mahasiswa sekaligus Direktur Utama sebuah pengembang perumahan yang berhasil membangun lebih dari seribu rumah sederhana di empat proyek perumahan di Kabupatan Bogor. Bermodal awal hanya Rp. 300an juta, kini nilai proyek Elang Group terbang menembus Rp. 17 miliar.


Elang Gumilang, sulung dari 3 bersaudara, tidak pernah mengubur bakat bisnis dan keuletan yang di turunkan oleh ayahnya, H Misbah yang punya usaha kontraktor kecil-kecilan. Saat belajar di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bogor, Elang Gumilang sudah belajar berbisnis yaitu dengan berjualan donat. 
Kegiatan ini baru berhenti karena orang tuanya melarang. Tapi Elang Gumilang, dengan bakat dan kecerdasannya, terus mencari uang, kali ini dengan mengikuti aneka lomba. Elang Gumilang pernah muncul sebagai juara ke-3 Marketing Games Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di Universitas Trisakti. Ia juga juara pertama kompetisi Ekonomi SMA Se-Jabodetabek 2003 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan juara pertama Economic Contest di Institut Pertanian Bogor, tahun yang sama, Uang Rp. 10 juta terkumpul. 
Elang Gumilang mendapat “tiket gratis” masuk Fakultas Ekonomi & Manajemen IPB. Di IPB jiwa bisnisnya berkembang lebih mekar. Pada tahun pertama, Elang Gumilang berjualan sepatu berbekal katalog, ia menawarkan sepatu dari satu asrama ke asrama mahasiswa di Kampus Biru itu.

Ia juga pernah menjual lampu, kemudian minyak goreng adalah dagangan selanjutnya. 

Memasuki tahun ke-3, Elang Gumilang dan 12 kawannya membuka kursus Bahasa Inggris English Avenue, di kampusnya dengan modal Rp. 21 juta dan Elang Gumilang menjadi direkturnya. Sambil mengisi waktu luang, dia menyambi menjadi tenaga pemasaran salah satu perusahaan property di Bogor. Tak ada Gaji, hanya mendapat komisi jika berhasil menjual rumah. Berbekal pengalaman menjadi salesman pengembang, Elang Gumilang nekat berbisnis sendiri. 

Pada tahun 2005, pengemar traveling itu mencoba ikut tender rehabilitasi sekolah dasar di Jakarta. Nasib baik, proyek senilai Rp. 160 juta digenggamnya. Ia makin percaya diri mengeluti dunia properti. Kemudian pada tahun 2006 dia mengubah akta perusahaan yang hampir tutup menjadi Elang Group. 

Tanah nganggur milik sebuah instansi di cinangneng Kabupaten Bogor, di liriknya. Sayang, modalnya cekak, Bank juga enggan mendanainya. Tidak menyerah, Elang Gumilang mengajak 5 kawannya dan terkumpul duit Rp 340 Juta. 
Lantas dia membujuk Bank Tabungan Negara (BTN) bekerjasama menyediakan kredit kepemilikan rumah sederhana bersubsidi (KPRS) bagi masyarakat berpenghasilan dibawah Rp 2,5 Juta. Deal, BTN setuju. Pada 2007 Elang Group menjual rumah. Harganya mulai Rp 25 Juta (Tipe 21/60 berbunga 4,5% per tahun dan maksimal Rp 45 Juta (Tipe 36/72 ) Berbunga 7,5% per tahun. Cicilannya Rp 25-90 ribu per bulan. 
Proyek perdana Elang Group di perumahan Griya Salak Endah itu berhasil. Sebanyak 450 unit rumah terjual. Pembelinya buruh, pedangan, tukang tambal ban, dan guru. Saya tergerak menyediakan rumah murah karena banyak orang kecil kesulitan membelinya, ujar Elang Gumilang. 

Penghargaan yang diraih Elang Gumilang :

- Wirausaha Muda Mandiri terbaik Indonesia 2007 
- Lelaki Sejati Pengobar Inspirasi 2008 
- Man of the Year 2008 dari Radar Bogor 
- Pemuda Pilihan 2008 dari TV One 
- Indonesia Top Young Entrepreuner 2008 dari Warta Ekonomi 

Pada tahun 2008, Elang Gumilang membangun lagi Perumahan Bukit Warna Sari Endah, Cilebut, Bogor. Ekspansi Perumahan Griya Salak Endah II juga sukses. 

Pada 2009, Elang Gumilang mengambil alih proyek Griya PGRI di Ciampea yang tidak bisa diselesaikan oleh pengembang lain. Seseorang bankir di BTN cabang Bogor yang minta namanya tidak disebutkan mengatakan salut kepada Elang Gumilang. Kendati bukan anak pejabat atau pengusaha besar, jaringan Elang Gumilang luas. “Biasanya butuh tiga bulan menyelesaikan izin,” ujarnya, “tapi Elang Gumilang cuma butuh sebulan.” 
Kelebihan lain, Elang Gumilang tak mengambil kredit konstruksi dari bank. Menurut Elang Gumilang setelah dirinya menyelesaikan pembebasan lahan, perizinan, site plan, cut and fill, hingga meneken perjanjian dengan bank, giliran kawan dan mitranya berperan. Mereka bahu-membahu menyediakan pembangunan rumah, strategi ini efektif. 
Empat proyek sudah memberikan keuntungan bagi para pemodalnya. Dukungan kawan-kawannya pun terus berlanjut hingga kini. 

Seiring rencana untuk menyempurnakan struktur organisasi perusahaannya, Elang Gumilang sedang menatap 3 proyek baru di Citayam Residence, Kampung Soenda Cigudeg, dan Mekarsari Elok Residence, Cileungsi Bogor. Sumber


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk info artikel menarik lain silahkan baca Mengenal Sosok Panangian Simanungkalit.

Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi property secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Panangian Simanungkalit

|0 komentar
Panangian Simanungkalit dikenal sebagai ahli properti, nama Panangian Simanungkalit rasanya sudah banyak didengar oleh banyak kalangan pebisnis. Bagaimana tidak, pria yang akrab disapa Panangian ini adalah pakar properti nasional sekaligus direktur PT.Panangian Simanungkalit & Associates (PSA), sebuah perusahaan jaringan jasa konsultasi properti terpadu pertama di Indonesia yang bertujuan untuk menjawab kebutuhan jasa sektor properti di tengah kompleksnya masalah yang menyelimuti dunia bisnis properti. 


Tokoh Properti
Menjadi pebisnis properti, Panangian Simanungkalit berbagi keberhasilan berinvestasi di sektor properti adalah mengenai pemilihan lokasi. Penyebutan area yang memiliki potensi cerah selama lima tahun ke depan pada satu kawasan disebut dengan sunrise area. Potensi tersebut ditandai dengan tingkat pertumbuhan di atas rata-rata kenaikan tanah pada umumnya. 

Tidak hanya itu, Panangian Simanungkalit menambahkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan pasar perumahan di setiap negara memiliki siklus berbeda, tidak terkecuali Indonesia dimana siklus pasar perumahan selalu mengikuti siklus tingkat suku bunga. 

Siklus-siklus ini meliputi siklus pasar penjual (seller's market), pasar lembut (soft market), pasar pembeli (buyer's market) dan pasar lemah (weak market). 

Gelombang siklus pasar perumahan ini bisa berulang seperti siklus tingkat suku bunga. Sedangkan melihat pertumbuhan bisnis properti yang selalu meroket setiap tahunnya, Panangian Simanungkalit menyarankan agar di tahun 2012 ini sebaiknya difokuskan pada pembelian karena pergerakan bunga kredit perbankan telah memicu peningkatan permintaan dari masyarakat sekaligus menambah pasokan oleh pengembang, khususnya landed house. Namun, di sisi lain, Panangian justru mengkhawatirkan kondisi dimana peningkatan harga baja dan semen semakin berpengaruh terhadap sektor properti. Dampaknya semakin jelas, yaitu melonjaknya harga-harga properti di dalam negeri. Sehingga, menurutnya, pemerintah harus menjaga kestabilan harga bahan material untuk mempertahankan pertumbuhan sektor properti. 


Lebih lanjut ia menjelaskan, sektor perbankan diharapkan memperhatikan prinsip kehati-hatian agar kredit pemilikan rumah (KPR) diberikan memang bagi mereka yang layak untuk menerima pinjaman. Sukses menjadi seorang pengamat properti, pada tahun 1998 Panangian Simanungkalit  mendirikan sebuah sekolah properti, Panangian School of Property, yang berdomisili di Jakarta Pusat. Sumber


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain anda juga bisa baca Kisah Sukses Pengusaha Nasional Chairul Tanjung.


Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi property secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Chairul Tanjung (CT)

|2 komentar
Chairul Tanjung (CT) lahir di Jakarta, 16 Juni 1962, dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang lumayan berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul Tanjung berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit.


Tokoh Properti
Dia merupakan pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group (yang kemudian berubah nama menjadi CT Corporation). Chairul Tanjung telah memulai bisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group (CT Corporation) menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV, Tans 7 dan Bank Mega

Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul Tanjung masuk Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (lulus 1987). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985. 

Demi memenuhi kebutuhan kuliah, Ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Ia juga membuka usaha foto kopi di kampusnya. Chairul Tanjung juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi bangkrut. 

Selepas kuliah, Chairul Tanjung pernah mendirikan PT.Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul Tanjung memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri. 



Tokoh Properti

Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul Tanjung mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti : keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega. Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group (sekarang bernama CT Corporation). Perusahaan konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti). Di bawah Para Group (CT Corporation), Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group (CT Corporation) memiliki Trans TV, Trans 7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. 


Khusus di bisnis properti, Para Group (CT Corporation) memiliki Bandung Supermall. Mall seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group (CT Corporation) meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group (CT Corporation) melalui anak perusahaannya, Trans Corp. membeli sebagian besar saham Carrefour, yakni sejumlah 40 persen (Update, sekarang sudah 100 persen). Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis. 


Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya dunia terbaru tahun 2012. Sebagai sebuah pencapaian, menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 634 dunia (urutan ke 8 terkaya Indonesia) dengan total kekayaan US$ 3,4 miliar. 

Chairul Tanjung menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan (network) adalah penting. Memiliki rekanan (partner) dengan baik diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul Tanjung pertemanan yang baik akan membantu proses berkembangnya bisnis yang sedang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus, maka jejaring / network bisa diandalkan. Bagi Chairul Tanjung, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting. Dalam hal investasi, Chairul Tanjung memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya, ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, ini merupakan upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri, dan jadi tuan rumah di negeri sendiri. 

Menurut Chairul Tanjung, modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Baginya, kemauan dan kerja keras harus dimiliki seseorang yang ingin sukses berbisnis. Namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Baginya, membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya networking dalam menjalankan bisnis. 


Dalam bisnis, Chairul Tanjung menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant), karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul Tanjung. 

Adalah manusiawi ketika berusaha,sesorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Tidak semua hasil bisa diterima secara langsung ungkapnya. (Sumber).

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Andi K. Natael Sang Pemasar Properti Super Cepat.


Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi property secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.

Andi K Natael Sang Pemasar Properti Super Cepat

|0 komentar
KOMPAS.com – Merangkak dari seorang sales produk properti, Andy K. Natanael kini terbilang tokoh kunci di balik layar kesuksesan pemasaran produk-produk properti di PT Modernland Realty Tbk. Memegang posisi Chief Marketing Officer di PT Modernland Realty Tbk, kepiawaiannya menjual produk properti tidak diragukan lagi; laku super cepat! 


Tokoh Properti

“Saya mulai dari seorang sales, berpindah ke sana kemari, dan bidang saya tetap di properti selama 21 tahun ini. Saya konsisten, tidak pernah pindah bidang bisnis, saya tidak pindah industri, saya tetap di properti. Dari seorang sales, sampai selesai kuliah, lalu menjadi manajer sales, saya tekuni dengan sedikit kenekatan paparnya". 


Di kawasan Serpong dan Tangerang, Banten, nama Andy K Natael memang populer, terutama di kalangan pengembang properti. Ayah dua anak ini dikenal kepiawaiannya memasarkan properti dalam waktu sangat singkat, yang bahkan dalam waktu sehari pun sebuah produk properti berhasil dipasarkannya. 


Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Tarumanagara, Jakarta, ini menuturkan, awal menggeluti dunia pemasaran properti dilakoni sejak 1991, tepatnya di kawasan Serpong. Karirnya mencelat ketika mulai bergabung di PT Summarecon Serpong dan PT Paramount Serpong. Pria yang bercita-cita menjadi arsitek ini juga pernah mencicipi bekerja di grup Sinar Mas.


“Summarecon dan Paramount itu kan berseberangan. Waktu itu, bisa dibilang, penjualan Paramount jauh dibandingkan dengan Summarecon,” kata Andy, memulai kisahnya. 


Ia menuturkan, dirinya berusaha menciptakan trust ke manajemen Paramount, bahwa perusahaan tersebut bisa dipercaya konsumen. Dia berusaha meyakinkan hal itu, karena menurutnya Paramount adalah satu-satunya perusahaan properti yang tidak punya hutang.


            “Waktu itu saya launching sisa pasar moderen Paramount yang masih tersisa 100 unit. Itu sisa unit yang tidak habis saat masih dipegang sama agensi sebelumnya. Di tangan saya, semua ludes terjual,” kisah Andy. 

Pada saat membangun klaster Oliester, Andy pun dihadapkan pada tantangan. Lokasi perumahan tersebut berada di pinggir kampung. Intinya, dari sisi lokasi sangat buruk dan tidak menjual. 

“Cuma dengan keyakinan saya bilang, ayo kita bangun. Jadi, bukan hanya sisi pemasarannya, tapi juga produknya kita kembangkan. Kita bikin produknya seperti apa. Dan ternyata, waktu kita launching menuai kesuksesan. Bayangkan, hanya dalam satu hari habis terjual,” paparnya.  

Ia mengaku, dirinya berhasil meningkatkan penjualan Paramount sekitar enam atau tujuh kali lipat. Berdasarkan catatannya, keberhasilan penjualannya dalam setahun saat itu, mencapai Rp 1,2 triliun. “Saat saya sudah masuk ke Paramount, dari Modern sudah diminta untuk bergabung. Dan memang, saya merasa lebih comfort secara chemistry dengan kolega di Modernland. Setahun persis dari Paramount, saya pindah ke Modernland,” kisahnya. 


Stres dan trust 

Percaya diri didukung kerja sangat fokus dan keuletan tinggi adalah kunci sukses Andy di dunia pemasaran properti. Tak heran, tiap kali menjelang peluncuran sebuah produk properti, ia mengaku kerap stres lantaran tak sabar ingin memasarkan produk propertinya. 

"Produk yang saya jual kenapa selalu berhasil laku dengan cepat, karena setiap pekerjaan saya pikirkan dengan detail agar hasilnya maksimal. Saya bukan lulusan arsitek, tapi setiap ada arsitek datang, selalu saya jelaskan kepada mereka, bahwa cobalah kita pakai hati mengerjakannya," ujar Andy. 


“Contohnya, soal desain rumah-rumah yang akan kami pasarkan itu, saya langsung mengotak-atiknya sendiri. Saya selalu memposisikan diri sebagai yang punya rumah, yang ingin beli rumah, harus begitu,” kata pehobi golf ini. 

Terbukti, tutur Andy, setelah “dipinang” oleh PT Modernland Realty Tbk pada Agustus 2010, kiprah dan kerja kerasnya terus menorehkan prestasi. Beberapa cluster yang dipasarkan Modernland habis terjual dalam waktu sehari. 

Mau bukti? Klaster Havana di perumahan Kota Modem, Tangerang, misalnya. Sebanyak 119 unit rumah seharga mulai Rp 370 juta sampai Rp 700 juta ludes terjual dalam waktu sehari. Sementara produk Modern Town Market terjual 90% dalam waktu sehari, serta The Golf Residence dan Grand Golf terjual 85% dalam waktu sehari. 

“Kita harus jeli melihat kebutuhan konsumen. Itu saya masukkan plan semuanya. Kita harus bisa lihat, jika lahan tidak pantas dibikin rumah karena ukurannya menjadi kecil, kita pikirkan cara lain. Ya, sudah kita jual kavling saja, misanya. Jangan dipaksakan dibuat rumah, hasilnya nanti jadi aneh. Atau, rumahnya dibuat miring sesuai tanahnya, padahal itu kan tidak sesuai dengan kebutuhannya,” kata Andy. 

Selain itu, ia mengaku, membuat produk properti cepat laku terjual memang sangat mengandalkan jaringan yang dimilikinya. Selain itu, ia memasarkan produk sesuai keinginan pasar. Misalnya, sebuah rumah memiliki carport yang mampu menampung 2 buah mobil sekaligus berikut kamar tidur pembantu. "Buat apa pembeli harus mengubah rumah, teras misalnya, untuk tambahan membuat carport, itu tidak perlu. Beli dan tinggal dihuni, sehingga tidak perlu mengeluarkan lagi waktu, tenaga, dan biaya sia-sia. Itu sudah kita pikirkan," ucap Andy. 


Selain itu, ia juga mengaku perlu stategi memasarkan rumah dengan harga terjangkau. Rumah dengan view golf misalnya, yang biasanya dijual dengan banderol miliaran. Andy justeru memasarkannya dengan harga ratusan juta saja dengan cara memperkecil ukurannya. 

"Dalam menciptakan suatu produk, saya selalu kembali lagi pada kebutuhan. Dari situ membuat harga pun bisa kita pertimbangkan. Ingat, properti itu ada titik jenuhnya, harga itu ada jenuhnya. Jika di satu titik harganya sudah jenuh, tidak mungkin bisa naik lagi," kata Andy.  

Optimistis 

Pada 2011 lalu, Modernland berhasil meraih angka penjualan gemilang. Jika pada 2010 meraih nilai penjualan sebesar Rp 250 miliar, pada semester I tahun 2011 lalu nilai penjualan yang diraih bahkan telah mencapai Rp 460 miliar. 

Tahun ini, pada kuartal I lalu, Modernland telah membukukan penjualan sebesar Rp 306,26 miliar, atau melompat 124% dari periode yang sama tahun lalu. Penjualan terbesar disumbangkan oleh kawasan residensial Kota Modern, Tangerang, sebesar 60%. 

Andy menuturkan, untuk semakin menaikkan angka penjualan, tahun ini Modernland akan terus menggeber sederet proyek properti di wilayah Tangerang. Modernland bahkan sudah berencana meluncurkan klaster hunian dan ruko di Kota Modern dan Modernhill, Tangerang. Klaster tersebut akan terdiri dari 150 unit rumah, yang masing-masing terdiri dari dua lantai. Satu unit rumah itu bakal dijual seharga mulai Rp 1 miliar per unit. Sedangkan untuk ruko di Kota Modern akan dibuat dengan konsep tematik, sehingga membutuhkan lahan lebih luas dibanding proyek klaster. 

"Tahun ini kita meluncurkan klaster La Coletta, itu habis tidak sampai satu hari. Kemudian, kita akan meluncurkan ruko 22 kompleks, Ruko Costarica," jelas Andy. 

Andy mengatakan, sejak tahun lalu harga ruko yang ditawarkannya ini memang naik hingga 100% lebih. Saat ini saja, harga satu unit ruko tersebut sudah mencapai Rp 2,5 miliar. Padahal, harga tahun lalu masih Rp 1 miliar. 
Seperti halnya di Kota Modern, pihaknya juga akan membangun satu klaster dan proyek ruko di Modernhill, Pondok Cabe. Untuk menggarap hunian bertajuk The Palm Residence ini Modernland mengucurkan investasi Rp 46 miliar. 

Andy mengaku optimistis, akhir tahun ini, klaster tersebut sudah terjual habis. Tingginya daya jual, kata Andy, karena Modernhill berada di lokasi strategis, yaitu dekat dengan Lapangan Terbang Pondok Cabe dan berbagai pusat kegiatan, mulai sekolah sampai supermarket. Adapun saat ini Modernland memiliki lahan seluas 60 hektare di Modernhill. Dari jumlah tersebut, Modernland baru mengembangkan seluas 30 hektare. Sedangkan, total lahan yang dimiliki perusahaan di Kota Modern mencapai 470 ha, dan lahan tersisa masih sekitar 40-50 hektare. Ekspansi Modernland pun semakin luas. Tahun ini saja, Modernland telah mengakuisisi Hotel Novotel di Green Central City, Jakarta Barat, serta kawasan industri di Cikande, Tangerang, seluas 1.000 ha. 


"Cukup bagus mengekspansi beberapa bisnis dan mengembangkan bisnis. Kalau stuck, tidak beli tanah, cuma diam saja, kita sebagai pebisnis perlu curiga, kita ini mau jadi pengembang atau tidak," kata Andy sembari terbahak. 

Dengan sederet proyek yang direncanakan, ia optimistis, Modernland bisa meraih penjualan sebesar Rp 1 triliun. Target tersebut melonjak hampir 300% dibandingkan realisasi penjualan tahun lalu. 

"Secara accounting sales kita ditargetkan Rp 1 trilliun yang harus kami laporkan ke publik, dan kami yakin bisa mencapainya," ujar Andy. 


"Sampai tahun ini kami masih optimistis mengembangkan kawasan Tangerang. Tangerang ini sangat potensial, dekat dengan Jakarta dan pemerintah kotanya mendukung kita sebagai pengembang. Infrastrukturnya juga didukung. Sekali lagi, saya optimistis," pungkasnya. (Sumber).


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Info artikel menarik lain silahkan baca Tips Sukses Untuk Pengembang Properti Pemula Versi Bong Chandra.


Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi property secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika anda berminat dengan waralaba masakan Jepang Okonomiyaki & Takoyaki silahkan pelajari info lengkapnya DISINI.