Tips Ambil Kredit KPR Untuk Pasangan Muda

|0 komentar
Heri Sosiawan, mantan Kepala Cabang salah satu perbankan pelat merah dalam pelatihan Property Wealth Management yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia Learning Center (Bilec) bekerja sama dengan IPW memberikan tips kepada pasangan muda untuk mengakses KPR. 


Tips Properti

Berikut tips ambil kredit KPR dari Bank untuk pasangan usia muda :
1. Analisa perencanaan keuangan pribadi dan pasangan anda seperti jumlah pendapatan yang diterima dan jumlah pengeluaran setiap bulannya sebelum anda melakukan permohonan kredit. 
2. Sesuaikan kemampuan anda untuk membayar angsuran per bulannya, dan hindari keinginan untuk memperbesar jumlah kredit di luar batas kemampuan anda mengangsur setiap bulan. 
3. Cek nilai utang Anda yang sedang berjalan, jika sebelumnya Anda memiliki utang dan telah dilunasi pastikan bahwa utang Anda telah selesai (form atau surat bukti pelunasan). 
Disarankan semua kewajiban Anda tidak bermasalah minimal 6 bulan sebelum pengajuan KPR ke bank.
4. Mulailah menabung di salah satu bank dengan memasukkan pendapatan tetap Anda setiap bulannya sehingga mudah dianalisa pihak bank. 
5. Hentikan penambahan utang baru karena bank akan memberikan kredit apabila si calon debitur memiliki penghasilan tiga sampai empat kali lipat dari jumlah angsuran Anda per bulan. 6. Persiapkan data-data anda seperti KTP suami istri, Kartu Keluarga, Slip Gaji, dan persyaratan pendukung lainnya.(Sumber)

Info artikel menarik lain silahkan baca Beberapa Macam Keuntungan Berinvestasi di Properti.

Beberapa Macam Keuntungan Berinvestasi di Properti

|0 komentar
Ada beberapa macam keuntungan berinvestasi di properti yang menjadikan bisnis ini sebagai salah satu cara terbaik untuk mengembangkan uang yaitu :
1) Risiko yang relatif lebih kecil
Tidak ada investasi yang tidak berisiko, namun investasi properti bisa dibilang lebih aman dibanding instrumen investasi finansial. Mengapa? Karena Anda dapat mengelola sendiri investasinya sehingga kendali sepenuhnya di tangan Anda. Tentu risiko dalam investasi properti tetap ada, seperti kemungkinan bangunan yang rusak, penyewa yang telat membayar sewa, dan ini tetap harus diantisipasi.

Tips Investasi Properti

2) Tidak terlalu terpengaruh oleh faktor eksternal
Dibandingkan dengan instrumen investasi finansial seperti saham atau obligasi yang nilainya sangat fluktuatif dipengaruhi oleh situasi ekonomi politik, tingkat inflasi dan suku bunga, investasi di properti walaupun juga terpengaruh faktor luar, tetapi perubahannya tidak akan terlalu cepat. 
Misalnya, harga rumah tidak akan serta-merta berubah dalam semalam tetapi membutuhkan bulanan hingga tahunan untuk berubah.

3) Laba / keuntungan yang besar
Investasi di properti memberikan peluang untuk mendapat keuntungan yang sangat besar. Banyak pengusaha-pengusaha ternama dunia yang sukses berinvestasi di properti. Khusus untuk pasar properti di Jakarta, peluangnya sangat menjanjikan. 
Dalam kelas edukasi finansial yang diselenggarakan oleh Citibank beberapa waktu lalu, Luke Rowe dari Jones Lang Lasalle Indonesia menyebutkan bahwa tingkat okupansi properti komersial seperti gedung-gedung perkantoran di Jakarta mencapai 90% yang menyebabkan harga sewa melunjak naik dengan cepat. Begitu pula dengan pasar properti perumahan dan apartemen dengan harga beli pada kisaran $200,000-250,000 dapat disewakan pada harga Rp20-25 juta per bulannya. Ini akan dapat memberikan keuntungan pendapatan pada kisaran 8-10%. 
Jika dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya seperti Singapura atau Hong Kong, harga sewa di Jakarta masih jauh lebih murah. Oleh karena itu, Luke Rowe meyakinkan bahwa untuk minimal 3 tahun ke depan, harga properti di Jakarta akan terus naik dan tidak akan mengalami masalah oversupply. 

4) Dapat menggunakan uang orang lain untuk berinvestasi 
Ini adalah salah satu fitur paling menarik dari investasi properti, yaitu sistemnya memungkinkan kita untuk menggunakan uang orang lain untuk membiayai investasi kita. Tidak seperti investasi lain yang akan sangat bergantung pada seberapa banyak uang tunai yang Anda miliki, investasi properti dapat dilakukan dengan membayar uang muka saja 20-30% dari harga propertinya. Kalau kita investasi di pasar modal, seperti saham, obligasi, reksa dana, maupun investasi emas atau karya seni, semuanya akan sangat tergantung pada seberapa banyak uang tunai yang kita miliki.

Sedangkan investasi properti bisa dilakukan hanya dengan 20-30% harga propertinya. Sisanya dapat dibiayai melalui pinjaman ke bank. Implikasinya adalah dengan nominal uang yang sama (misal Rp20 juta) Anda dapat memperoleh aset properti senilai Rp100 juta, tetapi jika membeli investasi lain, jumlah saham/obligasi/reksadana/emas/karya seni tetap hanya senilai Rp20 juta. Dengan demikian, investasi properti memberikan peluang yang lebih besar dan cepat untuk melipatgandakan aset. 

5) Pendapatan arus kas (cash flow) rutin 
Dari hasil uang sewa, Anda dapat memperoleh arus kas rutin sebagai pemasukan untuk menjamin kestabilan finansial Anda. Semakin banyak properti yang Anda miliki maka akan semakin besar pula arus kas yang akan Anda terima. 

Anda tertarik untuk terjun ke dunia properti? 
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana cara untuk memulai investasi properti? 
1) Tetapkan tujuan dari investasi Anda secara spesifik dan terukur
Misalnya, apakah tujuan Anda adalah mendapatkan arus kas rutin bulanan senilai Rp.5 juta atau membeli properti murah yang diproyeksikan akan naik 5 kali lipat harganya setelah 10 tahun ke depan.

2) Tentukan jenis properti yang cocok untuk mencapai tujuan tersebut.
Apakah rumah tinggal, apartemen, rumah kost-kostan, bangunan komersial, dan lain sebagainya.

3) Lakukan riset tentang properti yang akan Anda beli 
Survei informasi mengenai lingkungan lokasi, keamanan, fasilitas, akses, tingkat kenaikan harga selama beberapa tahun ke belakang, proyeksi ke depan, segala kelebihan maupun kekurangan dari kepemilikan properti tersebut sehingga Anda juga dapat mengantisipasi risiko yang terkait.

4) Lakukan riset tentang suku bunga, kenaikan harga properti secara umum, dan harga sewa
Terutama jika Anda berencana untuk menggunakan pembiayaan dari bank. Bandingkan berbagai pilihan skema pembiayaan yang ada dan pilihlah yang paling aman dan menguntungkan. (Sumber)

Info artikel menarik lain bisa anda baca Mengenal Sosok Bong Chandra.

Bong Chandra

|0 komentar
Orangnya masih muda, tampan, dermawan, dan yang istimewa adalah ia sudah menjadi seorang miliarder di usia yang tergolong masih muda. Ia adalah Bong Chandra, pengusaha sukses di bidang properti yang sekaligus juga merupakan motivator termuda di Asia saat ini. Kesuksesan Bong Chandra tidak diperolehnya dengan mudah. Pria kelahiran Jakarta 25 Oktober 1987 ini lahir dengan banyak kekurangan. Selain memiliki penyakit asma, Bong Chandra juga terlahir dengan tubuh yang kecil, tidak hanya itu, ketika berumur 4 tahun ia di diagnosa memiliki kelainan paru-paru. Kekurangan inilah yang membuat masa kecil Bong Chandra terasa suram karena rasa minder dan tidak percaya diri. Tak ada yang menyangka kalau Si Anak Minder ini kelak malah akan menjadi motivator termuda di Asia. 



Masa kecil Bong Chandra dilaluinya dengan perasaan tidak percaya diri. Rasa minder itu membuat Bong Chandra tidak memiliki prestasi yang menonjol, tidak pernah mendapatkan piala dari kompetisi mana pun, bahkan tidak memiliki banyak teman. 
Bong Chandra juga berasal dari keluarga yang sederhana walaupun kebutuhan hidupnya selalu terpenuhi. Hingga pada tahun 1998 terjadi krisis moneter yang membuat usaha keluarganya bangkrut. Awalnya ia tidak tahu apa yang sedang terjadi dalam keluarganya. Namun, ia baru sadar ketika ia melihat di depan rumahnya ada papan bertuliskan “DIJUAL”. Sungguh miris memang keadaannya saat itu, dengan tidak memiliki kompetensi sama sekali di bidang apa pun, kebangkrutan malah melanda keluarganya. Bahkan saking sayangnya orang tua Bong Chandra terhadapnya, mereka rela berhutang puluhan juta rupiah untuk membiayai kuliahnya. Keadaan inilah yang memaksa Bong menjadi anak yang lebih kuat dan tangguh dibandingkan anak seusianya. Sejak saat itu ia sadar, makin termotivasi, dan bertekad ingin mengubah hidupnya. 

Pada usia 18 tahun, ia mulai membuka usaha bersama temannya. Hanya bermodalkan motor butut, ia bekerja siang dan malam tanpa kenal lelah demi memperbaiki kahidupan keluarganya. Pergi keluar kota sendirian, tinggal di kost yang sangat sederhana, bahkan untuk makan sehari-hari saja hanya memiliki jatah Rp 1.200, bisa dibayangkan kehidupannya saat itu. Tidak sampai di situ, selama merintis usahanya pun ia sering mendapat hinaan dan cemooh dari orang-orang di sekitarnya. Hinaan, cemooh, dan berbagai penolakan yang diterimanya tak lantas membuatnya patah arang, malah sebaliknya ia merasa lebih tertantang dan ingin membuktikan kepada mereka yang meragukannya bahwa ia layak menjadi pengusaha sukses. 

Dalam hati Bong Chandra berkata “Sesungguhnya engkau telah melempar kayu ke dalam bara api yang menyala-nyala”. Kini Bong Chandra telah mengukir prestasi yang luar biasa dan sangat tidak biasa untuk anak muda seusianya. beliau memimpin 3 perusahaan sekaligus yaitu PT. Perintis Trinity Property, PT. Bong Chandra Success System, dan PT. Free Car Wash Indonesia, dengan membawahi 150 staff karyawan. 
Selain bergelut dalam dunia property, dia juga sukses menjadi motivator termuda di Asia hingga saat ini. Pada tahun 2009, ia bahkan diundang untuk memberi motivasi di Perusaahan Terbesar Dunia (versi Fortune 500), dan di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Lewat seminar-seminarnya inilah ia membagi ilmunya dan membantu jutaan orang untuk meraih kesuksesannya. Baginya, jalan tercepat untuk sukses adalah dengan membantu orang lain menjadi sukses. 

Ilmu Bong Chandra bisa di dapat dari bukunya yang merupakan buku nasional best seller saat ini yang berjudul Unlimited Wealth yang hampir terjual hingga 100.000 copy dan 100% royalty buku tersebut ia sumbangkan ke sebuah yayasan panti asuhan di Jakarta. Sangat mulia memang jasa anak muda yang satu ini. Ia layak menjadi panutan bagi generasi muda Indonesia. Jadi, bagaimana pun keadaan Anda saat ini, jangan jadikan penghalangan untuk meraih kesuksesan. Bahkan jadikanlah itu sebagai motivasi untuk terus maju dan mensejahterakan sesama. (Sumber)

Info artikel menarik lainnya bisa anda baca Sekilas Buku Property Cash Machine (PCM) Bapak Joe Hartanto.

Sekilas Info Buku Property Cash Machine Joe Hartanto

|0 komentar
Buku Property Cash Machine karangan Joe Hartanto merupakan salah satu buku National Best Seller. Buku Property Cash Machine ini menceritakan bagaimana kita dapat membeli sebuah properti / rumah tanpa atau dengan sedikit uang. Buku Property Cash Machine ini terdiri dari 5 bagian dan ditulis oleh Joe Hartanto dengan gaya bahasa yang sangat mudah dipelajari dan menarik. 


Review Properti

Bagian I : Kenapa Kita Harus Berbisnis/Investasi di Bidang Properti? 
Bagian ini mengupas tuntas kenapa kita harus berinvestasi di properti. Joe Hartanto berbicara panjang lebar tentang keuntungan berinvestasi di bidang properti dibandingkan dengan jenis investasi yang lain (seperti saham, deposito, maupun emas). 

Bagian II : Apa Saja Mindset Yang Dimiliki Seorang Investor Properti 
Bagian ini membahas apa saja yang menjadi penghambat mental kita (Mental Block) sehingga kita tidak bisa maju dan sukses. Bukan hanya membahas penghambat mental, tapi disini juga diajarkan kepada kita bagaimana kita menghancurkan segala macam penghambat mental dengan membuat suatu keyakinan baru pada diri kita. 

Bagian III : Teknik Membeli Properti Tanpa Uang
Di Indonesia banyak orang yang menganggap dirinya adalah seorang investor properti, padahal sebenarnya dia hanyalah seorang spekulan. Nah, di bagian ini dijelaskan tipe-tipe orang yang berkecimpung di dunia properti, dari spekulan hingga yang benar-benar menjadi seorang investor. 
Bagian ini merupakan bagian utama dari Buku Property Cash Machine yaitu : 
- Menjelaskan bagaimana kita memilih properti dengan benar berdasarkan lokasi 
- Kriteria properti yang mempunyai cashflow positif (properti yang saat kita mau beli sudah mempunyai penghasilan seperti penghasilan sewa) 
- Bagaimana cara kita memburu yang namanya hot deal properti. 
- Macam-macam harga properti 

Bagian IV : Kekuatan Pengungkit (Leverage) 
Ini merupakan materi pendukung dari materi utama. Disini Joe Hartanto secara buka-bukaan menjelaskan tentang strategi-strategi bagaimana cara agar kita mendapatkan sumber pendanaan, yang salah satunya di rekomendasi adalah melalui Bank. Disini diberikan trik-trik agar pengajuan kredit anda bisa disetujui oleh Bank. 

Bagian V : Tips Setelah Kita Mempunyai Properti 
Bagian ini merupakan bagian penutup dari Buku Property Cash Machine. Disini dijelaskan bagaimana kita bisa mendapatkan uang tanpa menjual properti yang telah kita punya. Selain itu juga dibahas tentang strategi-strategi untuk menjual properti. Seperti kita ketahui bahwa menjual properti kadang begitu sulit dan lama. 
Disini diberikan trik-trik agar properti anda bisa laku dengan cepat dan dengan harga yang tinggi. 

Jika anda ada yang belum membaca Buku Property Cash Machine ini, tidak ada salahnya untuk mencoba membacanya sebagai panduan dalam belajar Investasi Properti.
Bisa anda dapatkan bukunya di toko buku terdekat.

Jika anda tertarik dengan workshopnya bapak Joe Hartanto, silahkan bisa mendaftar di website www.PropertyCashMachine.com

Atau anda juga bisa mendaftar di workshop Property Cash Machine yang diadakan secara online yang beralamat di website www.PCM-elearning.com

Info artikel menarik lainnya bisa anda baca Mengenal Lebih Dekat Sosok Ciputra.

Ciputra

|0 komentar
Ciputra lahir di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan, ia anak ke 3 dari pasangan Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio yang juga berlatar belakang keluarga sederhana. Ketika berusia 12 tahun ia kehilangan ayahnya yang meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang karena tuduhan palsu dianggap mata-mata Belanda.



Kepahitan masa kecil telah menimbulkan tekad dan keputusan penting yaitu memiliki cita-cita bersekolah di Pulau Jawa demi hari depan yang lebih baik, bebas dari kemiskinan dan kemelaratan. Akhirnya Ciputra kecil kembali ke bangku sekolah walau terlambat. Ia terlambat karena negara kita masih dalam suasana peperangan dengan tentara Belanda maupun Jepang. Ia masuk kelas 3 SD di desa Bumbulan walau usianya sudah 12 tahun atau terlambat hampir 4 tahun. 
Ketika usianya 16 tahun lulus dari SD kemudian melanjutkan SMP di Gorontalo dan jenjang SMA di Manado setelah itu memasuki ITB jurusan arsitektur di Bandung. Keseluruhan pendidikan masa remaja Ciputra memang merupakan gabungan dari pendidikan yang akademis dan juga non akademis, di dalam kelas dan juga di luar kelas. Inilah yang dapat disebut sebagai sekolah kehidupan yang membuat seseorang tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan utuh. 
Oleh karena itu tidak heran bila saat ini ia berpendapat bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membangun manusia seutuhnya dan beberapa cirinya adalah membangun moral, mendorong kreativitas dan mendidik karakter-karakter mandiri siswa-siswinya. 

Karya-karya besar Ciputra begitu beragam, karena hampir semua subsektor properti dijamahnya. Ia kini mengendalikan 5 kelompok usaha Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing memiliki bisnis inti di sektor properti. Proyek kota barunya kini berjumlah 11 buah tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan di Vietnam dengan luas lahan mencakup 20.000 hektar lebih. Ke-11 kota baru itu adalah Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, CitraRaya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi, Vietnam. 

Proyek-proyek properti komersialnya, juga sangat berkelas dan menjadi trend setter di bidangnya. Lebih dari itu, proyek-proyeknya juga menjadi magnet bagi pertumbuhan wilayah di sekitarnya. Perjalanan bisnis Ciputra dirintis sejak masih menjadi mahasiswa arsitektur Institut Teknologi Bandung. Bersama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, teman kuliahnya, sekitar tahun 1957 Ciputra mendirikan PT Daya Cipta. Biro arsitek milik ketiga mahasiswa tersebut, sudah memperoleh kontrak pekerjaan lumayan untuk masa itu, dibandingkan perusahaan sejenis lainnya. 
Proyek yang mereka tangani antara lain gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh. Tahun 1960 Ciputra lulus dari ITB. Kita harus ke Jakarta, sebab di sana banyak pekerjaan, ujarnya kepada Islamil Sofyan dan Budi Brasali. Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua rekannya itu. Dengan bendera PT Perentjaja Djaja IPD, proyek bergengsi yang ditembak Ciputra adalah pembangunan pusat berbelanjaan di kawasan senen. Dengan berbagai cara Ciputra berusaha menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya. Gayung bersambut. Pertemuan dengan Soemarno kemudian ditindak lanjuti dengan mendirikan PT Pembangunan Jaya, setelah terlebih dahulu dirapatkan dengan Presiden Soekarno. 
Setelah pusat perbelanjaan Senen, proyek monumental Ciputra di Jaya selanjutnya adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jaya. Melalui perusahaan yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI inilah Ciputra menunjukkan kelasnya sebagai entrepreuneur sekaligus profesional yang handal dalam menghimpun sumber daya yang ada menjadi kekuatan bisnis raksasa. 

Grup Jaya yang didirikan tahun 1961 dengan modal Rp. 10 juta, kini memiliki total aset sekitar Rp. 5 trilyun. Dengan didukung kemampuan lobinya, Ciputra secara bertahap juga mengembangkan jaringan perusahaannya di luar Jaya, yakni Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir adalah Grup Ciputra. 
Jumlah seluruh anak usaha dari Kelima grup itu tentu di atas seratus, karena anak usaha Grup Jaya saja 47 dan anak usaha Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal ini, secara berkelakar Ciputra mengatakan : Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi kalau lebih dari itu, bahkan jumlahnya pun susah diingat lagi. Fasilitas merupakan unsur ketiga dari 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan. Konsumen harus dipuaskan dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial selengkapnya. Tapi fasilitas itu tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal pengembangan. Jika fasilitas selengkapnya langsung dibangun, harga jual akan langsung tinggi. Ini tidak akan memberikan keuntungan kepada para pembeli pertama, selain juga merupakan resiko besar bagi pengembang. 

Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha (Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondoh Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra). Dari Kelima kelompok usaha itu, Ciputra tidak menutupi bahwa sebenarnya ia meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Jaya. 
Pertama, karena ia hampir identik dengan Jaya. Dari sinilah jaringan bisnis propertinya dimulai. Sejak perusahaan itu dibentuk tahun 1961, Ciputra duduk dalam jajaran direksinya selama 35 tahun : 3 tahun pertama sebagai direktur dan 32 tahun sebagai direktur utama, hingga ia mengundurkan diri pada tahun 1996 lalu dan menjadi komisaris aktif. 
Kedua, adalah kenyataan bahwa setelah Pemda DKI, Ciputra adalah pemegang saham terbesar di Jaya. PT Metropolitan Development adalah perusahaannya yang ia bentuk tahun 1970 bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya. Kelompok usaha Ciputra ketiga adalah Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana) yang merupakan usaha patungan antara PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan Sudono Salim. 
Grup ini antara lain mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk. Kelompok usaha yang keempat adalah PT Bumi Serpong Damai, yang didirikan awal tahun 1980-an. Perusahaan ini merupakan konsorsium 10 pengusaha terkemuka – antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra dan Grup Jaya – yang mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai seluas 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD – Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf. 

Grup Ciputra adalah kelompok usahanya yang Kelima. Grup usaha ini berawal dari PT Citra Habitat Indonesia, yang pada awal tahun 1990 diakui sisi seluruh sahamnya dan namanya diubah menjadi Ciputra Development (CD). Ciputra menjadi dirutnya dan keenam jajaran direksinya diisi oleh anak dan menantu Ciputra. Pertumbuhan Ciputra Development belakangan terasa menonjol dibandingkan keempat kelompok usaha Ciputra lainnya. Dengan usia paling muda, CD justru yang pertama go public di pasar modal pada Maret 1994. Baru beberapa bulan kemudian Jaya Real properti menyusul. Total aktiva CD pada Desember 1996 lalu berkisar Rp. 2,85 triliun, dengan laba pada tahun yang sama mencapai Rp. 131,44 miliar. CD kini memiliki 4 proyek skala luas: Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni di Tangerang seluas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol. 1.000 Ha. Belum lagi proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya, seperti Hotel dan Mal Ciputra, serta super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan Jakarta. Grup Ciputra juga mengembangkan Citra Westlake City seluas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunannya diproyeksikan selama 30 tahun dengan total investasi US$2,5 miliar. Selain itu, CD juga menerjuni bisnis keuangan melalui Bank Ciputra, dan bisnis broker melalui waralaba Century 21. 

Sejak beberapa tahun lalu, Ciputra menyatakan Kelima grup usahanya – terutama untuk proyek-proyek propertinya – ke dalam sebuah aliansi pemasaran. Aliansi itu semula diberi nama Sang Pelopor, tapi kini telah diubah menjadi si Pengembang. “Nama Sang Pelopor terkesan arogan dan berorientasi kepada kepentingan sendiri,” ujar Ciputra tentang perubahan nama itu.

Info artikel menarik lain silahkan bisa baca 10 Pengembang Raksasa Properti Indonesia.

10 Pengembang Raksasa Properti Indonesia

|0 komentar
Jakarta - Pengembang real estate terus membangun bisnisnya, dengan menciptakan banyak hunian bagi masyarakat. Namun sedikit dari mereka yang sukses dan dikenal. 
Indonesia sendiri memiliki sekitar 10 pengembang real estate skala nasional. Masyarakat tentu kenal PT Agung Podomoro Group Tbk (APLN) yang makin gencar membangun mega proyek di kota-kota besar. Juga ada Group Ciputra melalui beberapa anak usahanya, PT Ciputra Development Tbk dan PT Ciputra Property Tbk. Bisnis yang mulai dirintis Ir. Ciputra ini makin menggurita mulai dari Jakarta, daerah-daerah lain, hingga luar negeri. 

Lalu siapa saja 10 pengembang raksasa properti jagoan dalam negeri? 
Berikut 10 pengembang raksasa properti Indonesia versi Building and Construction Interchange (BCI) Asia 2012


Info Properti

1.PT.Agung Podomoro Group Tbk (APLN) 
Perusahaan pimpinan Trihatma K Haliman ini berada di peringkat puncak. Perseroan tercatat memiliki 24 anak usaha dengan proyek yang tersebar di Jakarta, Karawang, Bandung, Bali, Balikpapan dan Makassar. 
Dalam 10 tahun terakhir ini bahkan perseroan mencatat penyelesaian lebih dari 50 proyek properti. Konsumen yang perseroan bidik adalah menengah, dengan kisaran projek mulai dari low cost apartment hingga high end apartment selatan Jakarta, high end dan neighbourhood mall, shop houses, hotel dan office tower. Teranyar, APLN mengumumkan pembelian 51% saham PT Bali Perkasa Sukses (BPS) senilai Rp 256 miliar. 
BPS memiliki sekitar 4,5 hektar lahan di Seminyak, Bali yang akan dikembangkan menjadi hotel bintang empat atau lima dengan total maksimal 400 kamar. Perseroan pun mengembangkan super blok di Jakarta, diantaranya Kuningan City dan Podomoro City. 

2.PT.Agung Sedayu Group 
Agung Sedayu seakan menjadi pelengkap bisnis properti Agung Podomoro. 
Agung Sedayu dikenal memiliki proyek residensial atau pengembangan lahan khusus bidang retail, komersial, perumahan dan apartemen. 
Agung Sedayu awalnya adalah perusahaan keluarga yang kemudian setelah melewati 40 tahun perjalanan, menjadi sebuah perusahaan profesional dengan pedoman nilai utama; Kepercayaan dan Kesempurnaan. 
Perseroan tercatat memiliki proyek Harco Mangga Dua yang mulai dibangun tahun 1991. Proyek yang dikenal menghadirkan barang-barang elektronik, hingga kini masih bertahan dan menjadi tujuan konsumen Jakarta. Tak berhenti disitu, Agung Sedayu juga membangun Mangga Dua Square serta Kelapa Gading Square
Properti kelas hunian juga dihadirkan seperti Taman Palem yang dibangun diatas tanah sebesar 1500 hektar dan Apartement Seaview yang mewah. Proyek-proyek lain perseroan yang telah berdiri diantaranya; Bukit Golf Mediterania, City Resort Residences, Darmawangsa Square, Tendean Square, Cibubur Country, Green Mansion, Senayan Golf Residence dan banyak lainnya. 

3.PT.Alam Sutera Realty Tbk 
Pengembang yang dikenal karena pembangunan kawasan terpadu di Serpong ini menjadi salah satu yang diperhitungkan. Perusahaan berdiri tahun 1993 dengan nama PT Adhihutama Manunggal oleh keluarga Harjanto Tirtohadiguno. 
Alam Sutera berada di kawasan 700 hektar, dan kini memiliki sejumlah proyek Mall @ Alam Sutera, Silkwood Residences, dan Alam Sutera Office Tower. Perseroan makin dikenal sejak dibukanya akses tol Alam Sutera di km 15 tol Jakarta-Merak, pada tahun 2009 lalu. Proyek Alam Sutera kini telah memiliki 25 kluster, dengan masing-masing terdiri dari 150 hingga 300 unit rumah. 
Jumlah populasi pun tercatat sekitar 4.500 keluarga. Karena sisa tanah makin minim, proyek kluster baru perseroan masuk kategori menengah atas. Harga rumah per unit Alam Sutera mencapai Rp 3 miliar. 

4.Ciputra Group 
Ciputra menjadi salah satu pengembang besar di Indonesia. Melalui PT Ciputra Development Tbk, grup banyak menghadirkan proyek. Teranyar perseroan segera merampungkan proyek Ciputra World Jakarta I dan II. Segera disusul CWJ ketiga. 
Tiga proyek ini berada di lokasi strategis, Jalan DR. Satrio. Perseroan hingga April mencatat marketing sales Rp 2,1 triliun. Bulan yang sama Ciputra Development melalui anak usahanya, CTRS meluncurkan 200 unit SOHO sebagai bagian dari fase ke-2 pembangunan Ciputra World Surabaya. 
Penjualan proyek diatas sudah mencapai 78 unit SOHO. Selain peluncuran ini, CTRA tengah mempersiapkan peluncuran proyek perumahan baru di Pangkalpinang, Pontianak, Pekanbaru, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Medan dan Palu. 

5.PT.Intiland Development Tbk 
Intiland menjadi pengembang besar lain dengan beberapa proyek perkantoran, residensial hingga kawasan industri di Ngoro, Surabaya. Selain proyek Intiland Tower, perseroan juga memiliki The Regatta, kondominium tepi pantai mewah di Pluit, Jakarta Utara. Pengembangan kawasan pemukiman utama di Surabaya, Graha Famili telah menjadi salah satu kawasan perumahan paling prestisius. 
Selain itu, Serenia Hills di Jakarta Selatan dan Graha Natura di Surabaya hadir. 60% dari total rumah Serenia Hillls telah laku terjual. Serenia ditargetkan mampu meraih penjualan Rp1,2 triliun. Proyek South Quarter dan Gandaria Tahap II menjadi yang paling anyar digarap Intiland. South Quarter, di wilayah TB Simatupang dirancang menjadi kawasan bisnis terpadu mulai gedung perkantoran, apartemen, dan fasilitas ritel pendukung. Sementara proyek Gandaria tahap II dilanjutkan usai 1Park Residences hampir terjual habis. 

6.PT.Lippo Karawaci Tbk 
Perusahaan grup keluarga Riyadi ini menjadi salah satu yang terbesar di Jakarta. Banyak mega proyek perseroan yang kini dalam proses penyelesaian, mulai dari St. Moritz hingga Kemang Village. 
Perseroan mencatat memiliki kapitalisasi pasar Rp 16,4 triliun di Bursa Efek Indonesia. Lippo memiliki ragam bisnis properti, mulai dari divisi usaha Hospitals yang menyumbang pendapatan Rp 402 miliar di triwulan I-2012, serta divisi residential atau township Rp 547 miliar. Lippo juga masih memiliki bisnis Large Scale Integrated Developments, Commercial, serta non core business Asset Management. 

7.PT.Pakuwon Jati Tbk 
Pakuwon Jati merupakan perusahaan properti dengan fokus pengembangan super blok. Proyek perdananya Tunjungan dan Pakuwon City di Surabaya, kemudian menjalar hingga Jakarta. Gandaria City, Kota Kasablanka adalah beberapa diantara proyeknya di ibukota. Perseroan tahun ini membidik pendapatan Rp 1,97 triliun atau naik 33% dari periode sebelumnya. Marketing sales juga diharapkan naik menjadi Rp 1,8 triliun. 
Khusus pengembangan Kota Casablanca akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama, Juli nanti kami membuka Mal Kota Kasablanka. 
Selain itu tahun ini PWON melanjutkan pembangunan dua tower apartemen Educity di superblok Pakuwon City, Surabaya Timur. 

8.PT.Paramount Serpong 
Perusahaan yang satu ini menjadi salah satu pengembang besar di Serpong yang memiliki 550 ha di kawasan strategis di Gading Serpong. Hotel Aston Paramount Serpong, Apartemen Paramount Residences, Apartemen Paramount Skyline, Rumah Sakit Bethsaida, Hotel Fave adalah beberapa proyek yang siap diselesaikan perseroan. 
Hingga Mei tercatat perseroan membukukan marketing sales Rp 1,3 triliun, dari hasil penjualan apartemen, perumahan serta ruko. 

9.PT.Summarecon Agung Tbk 
Perseroan dikenal luas atas keberhasilan beberapa proyeknya, seperti Summarecon Gading dan Summarecon Serpong. Teranyar perseroan fokus pada pengembangan kawasan hunian baru terintegrasi Summarecon Bekasi. Summarecon merupakan pengembang yang menyediakan rumah hunian dan komersial yang dijual. 
Perseroan juga banyak dipuji karena memiliki manajemen properti yang baik. Beberapa proyek yang sedang diselesaikan perseroan adalah Lotus Lakeside Residence, Maple Residence, Sinpasa Commercial, dan Orchard Square 2. 
Khusus Bekasi, Summarecon siap membangun Summarecon Mall Bekasi. Mal tiga lantai ini akan menempati lahan seluas 80 ribu m2. Di Bekasi perseroan memiliki luas lahan mencapai 240 ha. 

10.PT.Sinarmas Land 
Sinarmas Land merupakan grup besar Eka Tjipta yang fokus pada bisnis real estate. Dua anak usaha besar Sinarmas Land adalah Bumi Serpong Damai dan Duta Pertiwi. Sinarmas Land memiliki lebih dari 40 proyek besar. Perseroan juga memiliki lebih dari 10 ribu ha landbank. 
BSD City dikenal pula sebagai kota mandiri pertama yang berhasil dibangun. Selain itu perseroan menjadi pelopor dalam pengembangan konsep perumahan kluster pada proyek Kota Wisata, Legenda Wisata, Grand Wisata, dan lain-lain). Berbagai pusat komersial dengan brand Trade Center (ITC) di Indonesia juga dimiliki perseroan. (Sumber)

Info artikel menarik lainnya anda juga bisa baca Mengenal Sosok Sukses Pengembang Properti Muda Yang Bernama Elang Gumilang.

Elang Gumilang

|0 komentar
Elang Gumilang, 25 tahun, mahasiswa sekaligus Direktur Utama sebuah pengembang perumahan yang berhasil membangun lebih dari seribu rumah sederhana di empat proyek perumahan di Kabupatan Bogor. Bermodal awal hanya Rp. 300an juta, kini nilai proyek Elang Group terbang menembus Rp. 17 miliar.



Elang Gumilang, sulung dari 3 bersaudara, tidak pernah mengubur bakat bisnis dan keuletan yang di turunkan oleh ayahnya, H Misbah yang punya usaha kontraktor kecil-kecilan. Saat belajar di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bogor, Elang Gumilang sudah belajar berbisnis yaitu dengan berjualan donat. 
Kegiatan ini baru berhenti karena orang tuanya melarang. Tapi Elang Gumilang, dengan bakat dan kecerdasannya, terus mencari uang, kali ini dengan mengikuti aneka lomba. Elang Gumilang pernah muncul sebagai juara ke-3 Marketing Games Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di Universitas Trisakti. Ia juga juara pertama kompetisi Ekonomi SMA Se-Jabodetabek 2003 di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan juara pertama Economic Contest di Institut Pertanian Bogor, tahun yang sama, Uang Rp. 10 juta terkumpul. 
Elang Gumilang mendapat “tiket gratis” masuk Fakultas Ekonomi & Manajemen IPB. Di IPB jiwa bisnisnya berkembang lebih mekar. Pada tahun pertama, Elang Gumilang berjualan sepatu berbekal katalog, ia menawarkan sepatu dari satu asrama ke asrama mahasiswa di Kampus Biru itu.

Ia juga pernah menjual lampu, kemudian minyak goreng adalah dagangan selanjutnya. 
Memasuki tahun ke-3, Elang Gumilang dan 12 kawannya membuka kursus Bahasa Inggris English Avenue, di kampusnya dengan modal Rp. 21 juta dan Elang Gumilang menjadi direkturnya. Sambil mengisi waktu luang, dia menyambi menjadi tenaga pemasaran salah satu perusahaan property di Bogor. Tak ada Gaji, hanya mendapat komisi jika berhasil menjual rumah. Berbekal pengalaman menjadi salesman pengembang, Elang Gumilang nekat berbisnis sendiri. 

Pada tahun 2005, pengemar traveling itu mencoba ikut tender rehabilitasi sekolah dasar di Jakarta. Nasib baik, proyek senilai Rp. 160 juta digenggamnya. Ia makin percaya diri mengeluti dunia properti. Kemudian pada tahun 2006 dia mengubah akta perusahaan yang hampir tutup menjadi Elang Group. 
Tanah nganggur milik sebuah instansi di cinangneng Kabupaten Bogor, di liriknya. Sayang, modalnya cekak, Bank juga enggan mendanainya. Tidak menyerah, Elang Gumilang mengajak 5 kawannya dan terkumpul duit Rp 340 Juta. 
Lantas dia membujuk Bank Tabungan Negara (BTN) bekerjasama menyediakan kredit kepemilikan rumah sederhana bersubsidi (KPRS) bagi masyarakat berpenghasilan dibawah Rp 2,5 Juta. Deal, BTN setuju. Pada 2007 Elang Group menjual rumah. Harganya mulai Rp 25 Juta (Tipe 21/60 berbunga 4,5% per tahun dan maksimal Rp 45 Juta (Tipe 36/72 ) Berbunga 7,5% per tahun. Cicilannya Rp 25-90 ribu per bulan. 
Proyek perdana Elang Group di perumahan Griya Salak Endah itu berhasil. Sebanyak 450 unit rumah terjual. Pembelinya buruh, pedangan, tukang tambal ban, dan guru. Saya tergerak menyediakan rumah murah karena banyak orang kecil kesulitan membelinya, ujar Elang Gumilang. 

Penghargaan yang diraih Elang Gumilang :
- Wirausaha Muda Mandiri terbaik Indonesia 2007 
- Lelaki Sejati Pengobar Inspirasi 2008 
- Man of the Year 2008 dari Radar Bogor 
- Pemuda Pilihan 2008 dari TV One 
- Indonesia Top Young Entrepreuner 2008 dari Warta Ekonomi 

Pada tahun 2008, Elang Gumilang membangun lagi Perumahan Bukit Warna Sari Endah, Cilebut, Bogor. Ekspansi Perumahan Griya Salak Endah II juga sukses. 
Pada 2009, Elang Gumilang mengambil alih proyek Griya PGRI di Ciampea yang tidak bisa diselesaikan oleh pengembang lain. Seseorang bankir di BTN cabang Bogor yang minta namanya tidak disebutkan mengatakan salut kepada Elang Gumilang. Kendati bukan anak pejabat atau pengusaha besar, jaringan Elang Gumilang luas. “Biasanya butuh tiga bulan menyelesaikan izin,” ujarnya, “tapi Elang Gumilang cuma butuh sebulan.” 
Kelebihan lain, Elang Gumilang tak mengambil kredit konstruksi dari bank. Menurut Elang Gumilang setelah dirinya menyelesaikan pembebasan lahan, perizinan, site plan, cut and fill, hingga meneken perjanjian dengan bank, giliran kawan dan mitranya berperan. Mereka bahu-membahu menyediakan pembangunan rumah, strategi ini efektif. 
Empat proyek sudah memberikan keuntungan bagi para pemodalnya. Dukungan kawan-kawannya pun terus berlanjut hingga kini. 

Seiring rencana untuk menyempurnakan struktur organisasi perusahaannya, Elang Gumilang sedang menatap 3 proyek baru di Citayam Residence, Kampung Soenda Cigudeg, dan Mekarsari Elok Residence, Cileungsi Bogor. Sumber

NB :
Jika anda butuh info workshop belajar menjadi investor properti sampai mahir yang kebetulan di pandu oleh mentor bapak Joe Hartanto, anda bisa mendaftar atau melihat jadwal workshop terdekat di www.propertycashmachine.com.

Untuk yang ingin belajar investasi property secara online silahkan mendaftar di www.propertycashmachine.com/e-learning.

Untuk info artikel menarik lain silahkan baca Mengenal Sosok Panangian Simanungkalit.

Panangian Simanungkalit

|0 komentar
Panangian Simanungkalit dikenal sebagai ahli properti, nama Panangian Simanungkalit rasanya sudah banyak didengar oleh banyak kalangan pebisnis. Bagaimana tidak, pria yang akrab disapa Panangian ini adalah pakar properti nasional sekaligus direktur PT.Panangian Simanungkalit & Associates (PSA), sebuah perusahaan jaringan jasa konsultasi properti terpadu pertama di Indonesia yang bertujuan untuk menjawab kebutuhan jasa sektor properti di tengah kompleksnya masalah yang menyelimuti dunia bisnis properti. 


Tokoh Properti

Menjadi pebisnis properti, Panangian Simanungkalit berbagi keberhasilan berinvestasi di sektor properti adalah mengenai pemilihan lokasi. Penyebutan area yang memiliki potensi cerah selama lima tahun ke depan pada satu kawasan disebut dengan sunrise area. Potensi tersebut ditandai dengan tingkat pertumbuhan di atas rata-rata kenaikan tanah pada umumnya. 

Tidak hanya itu, Panangian Simanungkalit menambahkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan pasar perumahan di setiap negara memiliki siklus berbeda, tidak terkecuali Indonesia dimana siklus pasar perumahan selalu mengikuti siklus tingkat suku bunga. 
Siklus-siklus ini meliputi siklus pasar penjual (seller's market), pasar lembut (soft market), pasar pembeli (buyer's market) dan pasar lemah (weak market). 

Gelombang siklus pasar perumahan ini bisa berulang seperti siklus tingkat suku bunga. Sedangkan melihat pertumbuhan bisnis properti yang selalu meroket setiap tahunnya, Panangian Simanungkalit menyarankan agar di tahun 2012 ini sebaiknya difokuskan pada pembelian karena pergerakan bunga kredit perbankan telah memicu peningkatan permintaan dari masyarakat sekaligus menambah pasokan oleh pengembang, khususnya landed house. Namun, di sisi lain, Panangian justru mengkhawatirkan kondisi dimana peningkatan harga baja dan semen semakin berpengaruh terhadap sektor properti. Dampaknya semakin jelas, yaitu melonjaknya harga-harga properti di dalam negeri. Sehingga, menurutnya, pemerintah harus menjaga kestabilan harga bahan material untuk mempertahankan pertumbuhan sektor properti. 

Lebih lanjut ia menjelaskan, sektor perbankan diharapkan memperhatikan prinsip kehati-hatian agar kredit pemilikan rumah (KPR) diberikan memang bagi mereka yang layak untuk menerima pinjaman. Sukses menjadi seorang pengamat properti, pada tahun 1998 Panangian Simanungkalit  mendirikan sebuah sekolah properti, Panangian School of Property, yang berdomisili di Jakarta Pusat. Sumber

Info artikel menarik lain anda juga bisa baca Kisah Sukses Pengusaha Nasional Chairul Tanjung.

Chairul Tanjung (CT)

|0 komentar
Chairul Tanjung (CT) lahir di Jakarta, 16 Juni 1962, dilahirkan di Jakarta dalam keluarga yang lumayan berada. Ayahnya A.G. Tanjung adalah wartawan zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul Tanjung berada dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu. Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di kamar losmen yang sempit.


Tokoh Properti

Dia merupakan pengusaha asal Indonesia. Namanya dikenal luas sebagai usahawan sukses bersama perusahaan yang dipimpinnya, Para Group (yang kemudian berubah nama menjadi CT Corporation). Chairul Tanjung telah memulai bisnis ketika ia kuliah dari Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Sempat jatuh bangun, akhirnya ia sukses membangun bisnisnya. Perusahaan konglomerasi miliknya, Para Group (CT Corporation) menjadi sebuah perusahaan bisnis membawahi beberapa perusahaan lain seperti Trans TV, Tans 7 dan Bank Mega

Selepas menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul Tanjung masuk Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (lulus 1987). Ketika kuliah inilah ia mulai masuk dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985. 
Demi memenuhi kebutuhan kuliah, Ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Ia juga membuka usaha foto kopi di kampusnya. Chairul Tanjung juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi bangkrut. 

Selepas kuliah, Chairul Tanjung pernah mendirikan PT.Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi, karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul Tanjung memilih pisah dan mendirikan usaha sendiri. 


Tokoh Properti

Kepiawaiannya membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang. Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul Tanjung mereposisikan dirinya ke tiga bisnis inti : keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega. Ia menamakan perusahaan tersebut dengan Para Group (sekarang bernama CT Corporation). Perusahaan konglomerasi ini mempunyai Para Inti Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding, yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (properti). Di bawah Para Group (CT Corporation), Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang finansial antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang penyiaran dan multimedia, Para Group (CT Corporation) memiliki Trans TV, Trans 7, Mahagagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio. 

Khusus di bisnis properti, Para Group (CT Corporation) memiliki Bandung Supermall. Mall seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah. Para Group (CT Corporation) meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada 1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group (CT Corporation) melalui anak perusahaannya, Trans Corp. membeli sebagian besar saham Carrefour, yakni sejumlah 40 persen (Update, sekarang sudah 100 persen). Mengenai proses pembelian Carrefour, MoU (memorandum of understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Perancis. 

Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya dunia terbaru tahun 2012. Sebagai sebuah pencapaian, menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Forbes menyatakan bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 634 dunia (urutan ke 8 terkaya Indonesia) dengan total kekayaan US$ 3,4 miliar. 
Chairul Tanjung menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan (network) adalah penting. Memiliki rekanan (partner) dengan baik diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul Tanjung pertemanan yang baik akan membantu proses berkembangnya bisnis yang sedang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus, maka jejaring / network bisa diandalkan. Bagi Chairul Tanjung, bahkan berteman dengan petugas pengantar surat pun adalah penting. Dalam hal investasi, Chairul Tanjung memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya, ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, ini merupakan upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri, dan jadi tuan rumah di negeri sendiri. 

Menurut Chairul Tanjung, modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis. Baginya, kemauan dan kerja keras harus dimiliki seseorang yang ingin sukses berbisnis. Namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Baginya, membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Di sinilah pentingnya networking dalam menjalankan bisnis. 

Dalam bisnis, Chairul Tanjung menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar, dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya, membangun sebuah bisnis tidak seperti membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant), karena dalam dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam mencuri hati pasar. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul Tanjung. 
Adalah manusiawi ketika berusaha,sesorang ingin segera mendapatkan hasilnya. Tidak semua hasil bisa diterima secara langsung ungkapnya. (Sumber).

Info artikel menarik lain silahkan baca Andi K. Natael Sang Pemasar Properti Super Cepat.